Integrated Terminal (IT) Makassar, bagian dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, memperkuat komitmen sosialnya dengan menggelar pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bagi masyarakat sekitar wilayah operasionalnya. Sebanyak 37 warga dari Kelurahan Tamalabba dan Pattingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, mengikuti edukasi keselamatan ini pada Senin, 4 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Komplek Dewa Kembar TNI AL Koarmada VI tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran. Peserta pelatihan berasal dari berbagai kelompok binaan CSR Pertamina, termasuk Kampung Safety, Bank Sampah, dan pelaku usaha komunitas lokal yang berada di area Ring 1 operasional perusahaan.

Pelatihan dipandu langsung oleh tim Health, Safety, Security & Environment (HSSE) IT Makassar, dengan dukungan penuh dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar sebagai narasumber ahli. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman dasar tentang kebakaran, faktor-faktor penyebabnya, hingga teknik penanganan awal yang efektif. Sesi praktik menjadi bagian krusial, di mana setiap peserta berkesempatan mencoba langsung pemadaman api menggunakan metode sederhana dan APAR.

Shift Supervisor I HSSE IT Makassar, Fajry Adi Rahman, menekankan pentingnya keterampilan dasar ini dalam kehidupan sehari-hari. “APAR merupakan alat yang mudah ditemukan di berbagai fasilitas, namun pemanfaatannya sering kali belum optimal karena keterbatasan pemahaman,” ujarnya. Melalui pelatihan ini, masyarakat didorong untuk lebih siap dan sigap dalam menghadapi kondisi darurat yang mungkin terjadi.

Program ini disambut positif oleh masyarakat dan pemerintah setempat. Ketua RW 1 Tamalabba, Syamsinar, menyatakan bahwa pelatihan tersebut memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kewaspadaan warga terhadap risiko kebakaran di lingkungan permukiman mereka.

Selain memperkuat aspek keselamatan, inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 11 mengenai Kota dan Permukiman Berkelanjutan. Peningkatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi risiko kebakaran ini menjadi kontribusi Pertamina dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan. Program ini juga mencerminkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pengelolaan sumber daya berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat lokal, dan tata kelola transparan dalam pelaksanaan CSR.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa edukasi keselamatan merupakan bagian integral dalam membangun ketahanan masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan. “Pertamina mendorong masyarakat untuk memiliki kesiapan menghadapi potensi risiko di lingkungan sekitarnya. Pelatihan seperti ini memperkuat pengetahuan praktis sekaligus membangun budaya keselamatan yang lebih luas di tengah masyarakat,” tutur Lilik.

Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, dengan fokus utama pada aspek keselamatan, lingkungan, dan keberlanjutan.