Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan penambahan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp100 triliun ke perbankan dengan skema yang lebih fleksibel. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan dorongan tambahan guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Purbaya menjelaskan, berbeda dengan penempatan sebelumnya sebesar Rp200 triliun yang lebih terarah, dana tambahan kali ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh Himpunan Bank Negara (Himbara) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD). “Kita kasih mereka saja. Yang ini (Rp100 triliun) fleksibel. Kita taruh di situ Rp100 triliun, dia (perbankan) mikir nanti,” ujar Purbaya di Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Fleksibilitas ini diberikan karena pemerintah menilai masih diperlukan stimulus untuk perekonomian. Dengan ruang penggunaan yang lebih longgar, perbankan diharapkan lebih leluasa menyalurkan kredit ke berbagai sektor. “Boleh (digunakan) untuk apa saja itu. Karena yang Rp200 triliun sudah ada kan. Ini status tambahan yang lebih fleksibel karena kita lihat masih ada perlu sedikit dorongan untuk perekonomian,” tambahnya.

Dengan penambahan Rp100 triliun ini, total dana SAL yang ditempatkan pemerintah di perbankan mencapai sekitar Rp300 triliun. Penambahan ini dilakukan menjelang periode Lebaran guna menjaga likuiditas perbankan di tengah potensi peningkatan kebutuhan dana masyarakat. Kebijakan ini juga merespons dinamika pasar, khususnya kenaikan imbal hasil (yield) obligasi yang mengindikasikan adanya tekanan likuiditas di sektor perbankan.

Terkait evaluasi penempatan dana sebelumnya, Bendahara Negara itu menilai kinerja penyaluran dana oleh perbankan secara umum menunjukkan hasil yang baik. Namun, ia mengakui adanya tantangan dalam menelusuri aliran dana secara spesifik karena telah bercampur dalam sistem perbankan. “Kalau yang di laporan perbankan ya bagus. Cuman gini, kalau uang masuk ke bank, udah campur kan, dia klaim yang dia salurkan ke UMKM itu dari saya, bisa aja. Tapi mungkin saja sebagian masuk ke bank sentral juga. Jadi kalau masuk susah nih,” jelasnya.

Pemerintah akan terus memantau penyaluran dana tersebut agar tetap berdampak pada peningkatan kredit dan mendukung sektor riil.