Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () merilis untuk wilayah Kota Poso dan Palu, Sulawesi Tengah, pada Sabtu, 21 Februari 2026. Masyarakat di kedua kota diimbau untuk mewaspadai potensi perubahan cuaca, terutama di sore hari, yang berpeluang terjadi hujan lokal.

Berdasarkan analisis BMKG, bulan Februari secara umum masih berada dalam periode musim hujan di sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah. Kondisi ini memicu potensi peningkatan curah hujan, meskipun intensitasnya dapat bervariasi antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Prakiraan Cuaca Kota Palu

Untuk Kota Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, cuaca pada pagi hingga siang hari diperkirakan akan didominasi oleh kondisi cerah berawan. Suhu udara di Palu diprediksi berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembaban udara yang cenderung tinggi. Kondisi ini cukup kondusif untuk berbagai aktivitas di luar ruangan pada paruh pertama hari.

Namun, memasuki sore hingga malam hari, potensi hujan ringan hingga sedang diperkirakan akan terjadi di beberapa titik di Kota Palu. Meskipun Palu dikenal dengan efek bayangan hujan yang membuatnya cenderung lebih kering, perubahan cuaca lokal tetap perlu diwaspadai.

Prakiraan Cuaca Kota Poso

Sementara itu, di Kota Poso, yang memiliki topografi lebih dekat dengan pegunungan dan Danau Poso, potensi hujan diprediksi lebih signifikan. BMKG memperkirakan Poso akan mengalami cuaca berawan sejak pagi, dengan peluang hujan ringan hingga sedang yang lebih tinggi, terutama pada sore hari.

Suhu udara di Poso diperkirakan sedikit lebih sejuk dibandingkan Palu, yakni berkisar antara 22 hingga 31 derajat Celsius. Kelembaban udara juga akan terasa lebih tinggi, khususnya saat hujan turun. Masyarakat Poso yang berencana melakukan aktivitas di luar ruangan pada sore hari disarankan untuk mempersiapkan diri dengan perlengkapan hujan.

Peringatan Dini BMKG

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Sulawesi Tengah, termasuk Poso dan sekitarnya. Fenomena ini biasanya terjadi pada sore hingga malam hari dan berpotensi menimbulkan dampak seperti genangan air atau pohon tumbang. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi terbaru dari BMKG dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan demi keselamatan.