Direktur Utama LKBN Antara Benny Siga Butarbutar dan Kepala Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) di Indonesia Sachiko Takeda berkomitmen untuk berupaya meningkatkan hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Jepang. Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan di ANTARA Heritage Center, Jakarta, pada Selasa (10/3/2026).

Dalam diskusi tersebut, Benny Siga Butarbutar menyoroti perlunya penguatan kerja sama antara ANTARA dan JICA. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kontak antarmasyarakat (people-to-people contact) Indonesia dan Jepang, yang ia nilai tidak lagi sekuat sebelumnya.

Menurut Benny, meskipun hubungan antarnegara sudah kuat, interaksi antarmasyarakat kedua negara perlu dipererat kembali. “Jepang harus bisa lebih gencar dalam menjalin hubungan dengan Indonesia, tidak hanya dalam hal kerja sama pendanaan, tetapi juga hubungan antarmasyarakat kita,” kata Benny.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Benny menyarankan JICA untuk memperkuat atau membentuk kerja sama baru, termasuk dengan media dan komunitas media di Indonesia. Ia juga mengusulkan penyediaan program kerja sama pendidikan.

Lebih lanjut, Benny menuturkan bahwa ANTARA sebagai kantor berita nasional perlu menjalin kerja sama yang lebih luas dengan kantor berita Jepang, Kyodo, dan media-media Jepang lainnya. “Misalnya, kantor berita Indonesia dan Jepang bisa membentuk suatu unit pemeriksaan fakta (fact check unit) bersama untuk memerangi misinformasi dan disinformasi tentang kedua negara,” ujar Benny.

Pada kesempatan yang sama, Sachiko Takeda memaparkan sejumlah proyek jangka panjang JICA di Indonesia. Proyek-proyek tersebut antara lain meliputi pembangunan MRT dan Pelabuhan Internasional Patimban di Subang.

Takeda juga menyebutkan bahwa JICA memiliki sejumlah proyek kerja sama teknis dengan 18 kementerian di Indonesia. “Sejauh ini di Indonesia, kami mempunyai lebih dari 100 proyek kerja sama, termasuk yang dijalin oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) Jepang,” tutur Takeda.

Sebagai informasi, JICA merupakan badan pemerintah Jepang yang bertugas melaksanakan Bantuan Pembangunan Resmi (ODA) untuk membantu negara-negara berkembang. JICA memfasilitasi kerja sama teknis, pinjaman lunak, dan bantuan hibah guna mendukung pembangunan sosial-ekonomi, termasuk di Indonesia.