Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Selatan, Hari Utomo, mengungkapkan bahwa hingga Februari 2026, sebanyak 1.788.132 jiwa di Sulawesi Selatan telah menjadi penerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Untuk penerima manfaat program MBG di Sulsel itu sekitar 1,78 juta jiwa lebih dengan 629 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah terbentuk di 24 kabupaten dan kota di Sulsel,” ujar Hari Utomo di Makassar, Rabu (1/4/2026).

Dampak Luas Program MBG

Hari Utomo menjelaskan, keberadaan ratusan SPPG ini memberikan dampak luas bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Mayoritas penerima manfaat program ini adalah peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.

Selain peserta didik, program MBG juga menyasar ibu hamil serta bayi di bawah dua tahun (baduta). Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Kontribusi Terhadap Perekonomian Daerah

Tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan dan gizi, pelaksanaan Program MBG di Sulawesi Selatan juga memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah. Hari Utomo membeberkan, rantai pasok program ini melibatkan sebanyak 1.665 penyuplai.

“Keterlibatan penyuplai lokal ini turut mendorong perputaran ekonomi di daerah serta memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah,” katanya.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, program MBG juga menciptakan peluang kerja yang signifikan. Hingga Februari 2026, tercatat sebanyak 26.418 tenaga kerja terlibat secara langsung dalam operasional SPPG di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Angka ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal dan pencipta lapangan kerja.

Dukungan DJPb Sulawesi Selatan

Hari Utomo menegaskan, DJPb Sulawesi Selatan akan terus mendukung keberlanjutan dan penguatan program MBG melalui pengelolaan anggaran yang akuntabel dan tepat sasaran.

“Kita berharap, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjaga agar manfaat program ini semakin dirasakan luas oleh masyarakat Sulawesi Selatan,” ucapnya.