Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulungagung menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 selama dua pekan, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini menyasar pelanggar lalu lintas dengan penindakan menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan tilang manual.
Wakapolres Tulungagung, Kompol Arie Taufan, menjelaskan bahwa operasi ini melibatkan 149 personel dan merupakan kolaborasi lintas instansi. “Operasi Keselamatan Semeru 2026 akan berkolaborasi bersama antara Polri, TNI, Disdik, Dishub Tulungagung,” ujar Kompol Arie Taufan pada Senin (2/2/2026).
Tujuan utama Operasi Keselamatan Semeru 2026 adalah meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dan menurunkan angka fatalitas kecelakaan di wilayah Tulungagung. Data menunjukkan, pada tahun 2025, angka kecelakaan di Tulungagung naik 29 persen atau sebanyak 31 kejadian. “Sasaranya di seluruh wilayah Tulungagung, khususnya daerah yang menjadi blackspot seperti di Kecamatan Ngunut, Gondang dan Ngantru,” tambah Arie.
Konsep operasi ini mengedepankan giat preemtif 40 persen, preventif 40 persen, dan penegakan hukum 20 persen. Penegakan hukum akan diprioritaskan melalui ETLE, dengan tilang manual sebagai skala prioritas. “Ada tiga strategi yang dilakukan pada Operasi Keselamatan Semeru 2026 yakni preemtif, preventif dan penegakan hukum,” terangnya.
Kegiatan preemtif meliputi sosialisasi dan edukasi kepada pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas. Sementara itu, kegiatan preventif dilakukan melalui pengecekan kelayakan kendaraan, khususnya angkutan umum.
Penegakan hukum akan menyasar sejumlah pelanggaran serius. “Penegakan hukum akan dilakukan kepada pengendara yang tidak menggunakan helm, tidak memiliki SIM, pengendara di bawah umur dan berkendara dalam pengaruh alkohol atau narkoba,” jelas Kompol Arie.
Selain itu, polisi juga akan menindak kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi, menggunakan lampu rotator, melebihi muatan, dan menggunakan knalpot brong. Sosialisasi juga akan diberikan kepada PO bus agar tertib berlalu lintas demi keamanan dan kenyamanan penumpang. “Kami juga akan melakukan sosialisasi kepada PO bus agar tertib berlalu lintas, sehingga penumpang merasa aman dan nyaman,” paparnya.
Melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026, diharapkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas dapat meningkat, sehingga angka kecelakaan di Tulungagung dapat ditekan. “Semoga masyarakat bisa lebih sadar tertib berlalu lintas. Agar angka kecelakaan dapat ditekan,” pungkas Kompol Arie Taufan.
