Langit berawan menyelimuti Batam pada Senin, 23 Februari 2026, memengaruhi dinamika penjualan takjil menjelang waktu berbuka puasa. Kondisi cuaca yang cepat berubah, dari cerah terik di siang hari menjadi teduh menjelang sore, menjadi perhatian utama bagi para pedagang dan pembeli.
Dampak Pola Angin Musim Hujan
Prakirawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Batam masih dipengaruhi pola angin musim hujan. Pola ini membawa uap air cukup tinggi ke wilayah Kepulauan Riau, menyebabkan perubahan yang cepat.
“Siang hari terasa panas dan lembap. Namun pada sore hingga malam terdapat potensi hujan ringan bersifat lokal dan berdurasi singkat. Perubahan bisa terjadi cukup cepat, sehingga masyarakat perlu waspada,” ujar prakirawan BMKG.
Penjualan Takjil Terpengaruh Fluktuasi Cuaca
Perubahan cuaca ini secara langsung berdampak pada aktivitas masyarakat, khususnya pedagang takjil yang mulai ramai di kawasan Nagoya dan Batu Aji. Berbagai lapak menawarkan es buah, kolak, gorengan, hingga aneka kue tradisional.
Nunti (42), pedagang es campur dan minuman segar, mengakui cuaca panas di siang hari justru membawa keuntungan. “Kalau siang panas begini, pembeli banyak cari yang segar untuk berbuka. Es buah dan es campur cepat habis. Tapi kalau tiba-tiba hujan deras pas jam orang keluar cari takjil, biasanya pembeli berkurang,” katanya.
Senada dengan Nunti, Rahmad (35), penjual gorengan, risol, dan pastel, juga merasakan dampak serupa. Ia menyoroti pengaruh signifikan perubahan cuaca terhadap jumlah pembeli, terutama menjelang azan magrib. “Kalau cuma rintik hujan, orang masih tetap keluar beli takjil. Tapi kalau hujan besar dan lama, pembeli biasanya tunggu reda dulu, jadi penjualan ikut menurun,” ujarnya.
Harapan Warga untuk Cuaca Bersahabat
Di sisi pembeli, Lina (29) mengungkapkan kenyamanannya berbelanja saat cuaca berawan. “Kalau terlalu panas capek juga keliling cari makanan. Berawan seperti ini lebih enak, asal jangan hujan deras saja,” tuturnya.
Meskipun langit tampak mendung di beberapa titik, aktivitas jual beli makanan takjil di Batam tetap berlangsung ramai dan tertib. Para pedagang berharap cuaca tetap stabil agar penjualan menjelang berbuka puasa dapat berjalan maksimal, menjaga semangat kebersamaan di tengah dinamika cuaca yang cepat berubah.
