Penyanyi dan musisi Nazril Irham, atau yang lebih dikenal sebagai Ariel NOAH, kembali menjadi perbincangan publik setelah secara terbuka membahas status dudanya yang telah ia jalani selama hampir dua dekade. Dalam sebuah perbincangan santai, Ariel blak-blakan mengenai alasan di balik keputusannya untuk belum kembali menjalin hubungan serius hingga saat ini.

Meskipun dikenal jarang mengumbar kisah asmara, vokalis band NOAH ini membagikan sisi pribadinya saat menjadi bintang tamu di sebuah siniar bersama Andre Taulany dan Gading Marten pada Kamis, 19 Februari 2026. Ia menegaskan bahwa status dudanya bukan berarti ia selalu merasa nyaman hidup sendiri, melainkan karena sejumlah faktor yang membuatnya memilih menjalani hidup tanpa pasangan.

“Bukan seenak itu (jadi duda) tapi sesusah itu nyarinya. Jadi gini kalau menurut gue pribadi, gua kadang-kadang banyak me time nya gitu, waktu sendiri,” ujar Ariel, menjelaskan pandangannya.

Ariel melanjutkan, waktu sendiri telah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Kebutuhan akan ‘me time’ ini, menurutnya, kadang sulit dipahami jika sedang menjalin hubungan. Ia mencontohkan, memiliki pasangan terkadang dapat mengganggu momen pribadinya.

“Jadi kadang-kadang kalau misalnya punya pasangan pun kadang-kadang me time nya bermasalah. Kayak gue mau ini dulu (melakukan sesuatu) entar disangka nya bosen atau apa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ariel mengaitkan kesendiriannya dengan proses kreatif. Ia merasa lebih produktif saat memiliki ruang untuk diri sendiri, baik untuk merenung, mencari inspirasi, hingga menulis lirik lagu.

“Kan ada kata-katanya gini orang itu biasanya lebih kreatif kalau lagi sendiri, nah itu tuh me time gue dulu tuh merenung, cari lagu, bikin lirik dan segala macam,” ungkapnya.

Seiring berjalannya waktu, aktivitas ‘me time’ Ariel bahkan berkembang ke kegiatan di luar musik. Ia kini menikmati berbagai hobi baru seperti mengolah kayu hingga tukang-tukangan ringan, yang menambah kualitas waktunya sendiri.

“Semakin kesini, semakin sendiri, me time gue berkembang tuh mulai bikin kayu, nukang, segala macam,” katanya.

Ariel menegaskan bahwa perjalanan hidupnya ini berlangsung secara alami. Ia pernah melalui fase mencoba mencari pasangan, namun belum menemukan yang cocok. “Kalau gue bilang banyak sih faktornya (sendiri). Jadi pertama kali kan oke baru jadi duda, menikmati sendirian enak banget waktu itu kan bisa ini itu, bebas mau main dan segala macam. Habis itu ada tahap nyari pacar juga cuman enggak pas, enggak cocok. Habis itu mulai asyik sendirian,” tutupnya.

Kisah Ariel ini menunjukkan bahwa kesendirian bagi sebagian orang bukan sekadar status, melainkan juga kesempatan untuk berkembang secara pribadi dan kreatif, sambil menikmati kebebasan yang ia rasa penting dalam hidupnya.