Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/4/2026), membahas percepatan pembangunan hunian di sekitar atau bantaran rel kereta api. Rapat ini dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat terkait, termasuk Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasidin.
Fokus Pemanfaatan Lahan Negara
Usai rapat, Maruarar Sirait menjelaskan bahwa pembangunan hunian ini akan menyasar beberapa wilayah strategis seperti Tanah Abang di Jakarta, Bandung, hingga Medan. “Di banyak tempat. Di Tanah Abang itu lahan negara sangat strategis, di Bandung sangat strategis, di Medan sangat strategis. Kita menggunakan itu untuk kepentingan rakyat dan negara harus hadir,” tegas Ara, sapaan akrab Maruarar, di Kompleks Istana Kepresidenan.
Ara menambahkan, pihaknya telah meninjau lokasi potensial di Tanah Abang sebelumnya. Pada pagi hari yang sama, ia juga bersama Dirut KAI meninjau lokasi untuk hunian di Bandung. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memanfaatkan kembali tanah negara yang selama ini dikuasai oleh pihak tidak bertanggung jawab.
“Banyak sekali tanah negara yang dikuasai oleh pihak lain dan kita akan kuasai kembali untuk kepentingan negara dan kepentingan rakyat. Khususnya masyarakat berpenghasilan rendah dan juga masyarakat yang menengah dan tanggung. Supaya kita bisa bersinergi dengan cepat,” jelas Ara, menekankan pentingnya sinergi antarpihak untuk mempercepat pengadaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah.
Dukungan Teknologi untuk Efisiensi
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan kesiapan kementeriannya untuk mendukung program pembangunan hunian ini. “Pihaknya siap mendukung pembangunan hunian di bantaran rel dengan berbagai kajian dan penelitian dari sisi teknologi agar lebih efisien,” ujar Brian.
Dukungan teknologi diharapkan dapat memastikan pembangunan hunian berjalan efektif dan efisien, serta memenuhi standar kelayakan bagi penghuninya.
