Narasi seputar konflik ibu tiri dan anak tiri kembali marak di berbagai platform media sosial pada pertengahan April 2026. Kisah-kisah yang seringkali dibumbui drama dan emosi kuat ini dengan cepat menarik perhatian publik, memicu perdebatan, dan tak jarang menjadi topik hangat yang dibagikan secara luas. Namun, di balik virality tersebut, tersimpan ancaman serius berupa penyebaran hoaks dan tautan palsu yang dapat membahayakan pengguna.
Daya Tarik Kisah Keluarga dan Risiko Misinformasi
Konten yang mengangkat dinamika keluarga, terutama yang melibatkan konflik seperti antara ibu tiri dan anak tiri, memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Cerita-cerita ini seringkali menyentuh emosi, memicu empati, atau bahkan kemarahan, sehingga mudah tersebar dan menjadi viral. Sayangnya, banyak dari konten tersebut tidak didasari fakta yang akurat, bahkan sengaja dimanipulasi untuk tujuan tertentu.
Dr. Siti Aminah, seorang pakar komunikasi digital dari Universitas Indonesia, menyoroti fenomena ini.
