Indonesia kini memiliki platform kecerdasan buatan (AI) berbasis aplikasi yang dirancang khusus sesuai kebutuhan masyarakat lokal. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) secara resmi meluncurkan Sahabat-AI pada Jumat, 27 Maret 2026, membuka akses lebih luas bagi pelajar, pelaku usaha, hingga pengguna sehari-hari untuk memanfaatkan teknologi AI secara praktis.

Sahabat-AI hadir dalam bentuk aplikasi untuk perangkat Android dan iOS, memadukan berbagai kemampuan dalam satu sistem. Platform ini mampu mengolah teks, gambar, dan video, serta menyediakan fitur pencarian cerdas dan bantuan pemrograman. Kehadiran Sahabat-AI bertujuan menghilangkan hambatan teknis, memungkinkan pengguna memanfaatkan AI dalam aktivitas harian mereka, baik untuk belajar, bekerja, maupun berkreasi.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa peluncuran platform ini merupakan langkah krusial dalam memperkuat kemandirian digital nasional. “Sahabat-AI menjadi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Teknologi harus membuka akses bagi siapa pun tanpa terhalang bahasa maupun budaya. Karena itu, dibutuhkan AI yang dibangun dengan nilai dan kepentingan bangsa,” ujar Meutya.

Platform ini dirancang dengan pendekatan lokal yang kuat, memungkinkan sistem memahami bahasa Indonesia serta berbagai bahasa daerah. Selain itu, Sahabat-AI juga mampu menyesuaikan konteks budaya dalam interaksi pengguna. Tidak hanya untuk individu, Sahabat-AI juga membuka peluang integrasi bagi pelaku usaha dan institusi publik, menyediakan layanan digital dalam satu pintu melalui pendekatan berbasis agen.

President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyatakan bahwa Sahabat-AI tidak hanya ditujukan untuk perusahaan, melainkan untuk kepentingan yang lebih luas. “Sahabat-AI kami hadirkan untuk Indonesia. Teknologi harus membawa manfaat bagi semua orang. Platform ini terbuka dan dapat dimanfaatkan oleh individu, startup, pelaku usaha, hingga institusi publik,” kata Vikram.

Untuk menjamin keamanan pengguna, Sahabat-AI dilengkapi dengan mekanisme pengaman berlapis yang mematuhi norma sosial dan standar etika di Indonesia. Pendekatan ini bertujuan menjaga ruang digital tetap sehat sekaligus melindungi pengguna dari potensi penyalahgunaan. Di balik layanannya, Sahabat-AI didukung oleh infrastruktur komputasi berbasis GPU kelas tinggi, memastikan respons yang cepat dan stabil.

Pengembangan platform ini telah dimulai sejak Indonesia AI Day 2024. Dalam kurun waktu dua tahun, kapasitas Sahabat-AI telah berkembang hingga puluhan miliar parameter dan kini berevolusi menjadi aplikasi dengan kemampuan multi-model dan multi-modal. Ke depan, pengembangan akan diarahkan menuju jaringan AI nasional yang terintegrasi, mendekatkan layanan kepada pengguna di berbagai daerah.

Kehadiran Sahabat-AI diharapkan membuka peluang baru dalam pemanfaatan teknologi di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga industri kreatif. Bagi masyarakat, akses terhadap kecerdasan buatan bukan lagi sesuatu yang jauh, melainkan telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.