Pemerintah Kota Bandung memprediksi jumlah kunjungan wisatawan akan menembus 1 juta orang selama libur Lebaran 2026. Hingga Rabu (25/3), tercatat 700 ribu pelancong telah memadati berbagai titik di ibu kota Jawa Barat tersebut.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, pada Jumat (27/3), mengungkapkan bahwa mayoritas pengunjung merupakan rombongan keluarga yang memilih untuk menginap. Wisatawan tersebut didominasi oleh warga yang berasal dari wilayah Jabodetabek.

“Hingga Rabu kemarin tercatat sekitar 700 ribu pengunjung. Kami memperkirakan jumlah ini bisa mencapai 1 juta orang pada puncak kunjungan di hari Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3) besok,” kata Farhan.

Dampak Positif pada Sektor Perhotelan

Tingginya antusiasme wisatawan berimbas positif pada sektor perhotelan di Bandung. Farhan mencatat tingkat hunian hotel bintang 3 hingga 5 rata-rata berada di atas 50%, sementara hotel nonbintang mendekati angka 50%.

Bahkan, pada periode puncak H+2 dan H+3 Lebaran, okupansi hotel sempat menyentuh angka di atas 90%.

Berdasarkan data yang dihimpunnya, terdapat lima destinasi wisata yang paling diminati selama libur panjang ini, yaitu Masjid Raya Al-Jabbar, Kiara Artha Park, Museum Geologi, Taman Lalu Lintas, dan Saung Angklung Udjo.

Tantangan Pengelolaan Sampah dan Parkir Liar

Di sisi lain, Farhan mengakui adanya tantangan besar dalam pengelolaan kebersihan kota. Saat ini, terjadi kenaikan volume sampah hingga di atas 20%.

Kondisi ini diperparah dengan datangnya musim kemarau yang lebih awal, sehingga sampah daun kering banyak menumpuk di jalanan. “Produksi timbulan sampah naik di atas 20%. Kami sedang kerja keras membersihkan sampah daun kering yang meningkat pesat karena kemarau datang lebih cepat dari dugaan,” jelasnya.

Untuk menjaga kenyamanan wisatawan, Farhan telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol PP untuk bersiaga penuh selama 24 jam. “Selain sampah, fokus utama petugas saat ini adalah penertiban parkir liar,” tambahnya.