Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda mengeluarkan peringatan dini terbaru terkait potensi angin kencang yang mengancam sejumlah wilayah di Jawa Timur, khususnya Surabaya Raya dan Pulau Madura, pada Rabu, 25 Maret 2026. Pergeseran tren cuaca di Jawa Timur ini menandai potensi bahaya baru setelah sebelumnya didominasi hujan.

Berdasarkan data yang dirilis BMKG Juanda pada pukul 08.21 WIB, ancaman hujan disertai petir yang sempat mendominasi hari sebelumnya kini dilaporkan nihil. Sebagai gantinya, enam kawasan pesisir, aglomerasi Surabaya Raya, dan Pulau Madura kini masuk dalam radius peringatan dini angin kencang.

Wilayah yang diwaspadai akan terdampak angin kencang meliputi Bangkalan, Gresik, Kota Surabaya, Pamekasan, Sampang, dan Sidoarjo. Masyarakat di daerah-daerah tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang, baliho roboh, serta gelombang tinggi di wilayah pesisir.

Selain ancaman angin kencang, BMKG juga menetapkan status waspada hujan sedang hingga lebat untuk 22 daerah lainnya. Daerah-daerah tersebut mencakup Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kota Batu, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Kota Surabaya, Lamongan, Lumajang, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, Tuban, dan Ngawi.

Mengingat kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat, otoritas terkait meminta masyarakat untuk senantiasa memantau pembaruan informasi cuaca secara real-time hingga tingkat kecamatan atau desa. Informasi radar cuaca terkini dapat diakses melalui laman resmi stamet-juanda.bmkg.go.id, akun media sosial @infobmkgjuanda, atau melalui Aplikasi Mobile INFO BMKG.