Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menerima enam ekor sapi kurban bantuan Presiden untuk perayaan Idul Adha tahun ini. Seluruh hewan kurban tersebut direncanakan akan didistribusikan secara merata ke berbagai wilayah kabupaten/kota serta tingkat provinsi.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Agung Ludiro, menjelaskan bahwa alokasi bantuan telah diatur dengan cermat. “Lima sapi diperuntukkan bagi kabupaten dan kota di wilayah DIY, sementara satu sapi lain dialokasikan khusus untuk tingkat provinsi,” ujar Agung.
Berdasarkan data teknis yang dihimpun, sapi-sapi pilihan tersebut memiliki bobot yang sangat signifikan. Agung Ludiro mengungkapkan, “Seekor sapi kurban bantuan Presiden terberat mencapai 1,1 ton, sementara yang lain rata-rata memiliki bobot di atas 900 kilogram.” Jenis sapi yang dipilih untuk bantuan kepresidenan tahun ini terdiri dari jenis Peranakan Ongole (PO) dan Simetal.
Agung juga memastikan bahwa seluruh hewan kurban berada dalam kondisi prima dan terus mendapatkan pengawasan ketat dari tim medis veteriner. “Hingga saat ini, hewan kurban Presiden terpantau masih sehat. Pengawasan kesehatan sapi kurban terus dilakukan secara intensif hingga nanti didistribusikan ke lokasi pemotongan hewan kurban,” tegasnya.
Pentingnya Kesejahteraan Hewan Kurban
Selain aspek teknis kesehatan, prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare) juga menjadi perhatian utama. Pakar kesejahteraan hewan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Tri Satya Mastuti Widi, mengingatkan pentingnya proses kurban yang dilakukan secara manusiawi.
Menurut Prof. Tri Satya, pengukuran kesejahteraan hewan harus dilakukan secara objektif dan sistematis untuk memastikan hewan tidak mengalami stres berlebih sebelum proses penyembelihan. “Pengukuran kesejahteraan hewan harus dilakukan secara objektif dan sistematis berdasarkan apa yang dialami hewan, bukan semata-mata dari sudut pandang manusia atau peternak saja,” jelas Prof. Tri Satya.
Dengan adanya bantuan sapi berkualitas tinggi ini, diharapkan pelaksanaan kurban di DIY dapat berjalan lancar. Proses tersebut juga diharapkan tetap mengedepankan standar kesehatan dan kesejahteraan hewan yang ketat, sesuai dengan anjuran para ahli.
