Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Senin (16/3), melantik sembilan pejabat untuk mengisi posisi strategis sekaligus mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1447 Hijriah bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat negara. Di sisi lain, menjelang pekan terakhir Ramadhan, persoalan tarif mudik yang melampaui batas kembali mencuat di NTB, diiringi peringatan potensi hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Pelantikan 9 Pejabat Eselon II di Lombok Tengah

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, usai pelantikan di Lombok Tengah, Senin (16/3), menegaskan bahwa pengisian jabatan eselon II yang kosong tersebut menerapkan sistem manajemen talenta sesuai dengan aturan yang berlaku. “Hari ini ada 9 pejabat yang dilantik untuk mengisi jabatan yang kosong di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD),” ujar Lalu Pathul Bahri.

THR Idul Fitri 1447 H Cair untuk ASN Lombok Tengah

Kabar gembira juga datang bagi ASN di Lombok Tengah. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Lombok Tengah, Taufikurrahman, menyatakan bahwa pembayaran THR Idul Fitri 1447 Hijriah bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan pejabat negara telah diproses atau dicairkan. “Pembayaran THR baik itu untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan pejabat negara telah diproses,” kata Taufikurrahman pada hari yang sama.

Tarif Mudik NTB Melonjak di Atas Batas Maksimal

Namun, di tengah persiapan menyambut Lebaran, persoalan klasik kenaikan tarif transportasi kembali menjadi sorotan. Di Nusa Tenggara Barat, khususnya pada rute dari Kota Mataram menuju wilayah Pulau Sumbawa, pengawasan menunjukkan adanya penjualan tiket bus yang melampaui tarif batas tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah. Kondisi ini dikhawatirkan membebani masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Selama Arus Mudik di NTB

Bersamaan dengan itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca untuk periode arus mudik Lebaran di NTB, yakni dari tanggal 16 hingga 22 Maret 2026. Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG NTB, Kadek Katriavi, di Mataram, Senin (16/3), memprediksi kondisi cuaca cerah berawan hingga hujan berintensitas sedang. “Selama sepekan ke depan, cuaca secara umum diprakirakan cerah berawan hingga hujan sedang,” jelas Kadek Katriavi, mengingatkan pemudik untuk tetap waspada.

Memasuki Pekan Terakhir Ramadhan 1447 H

Sementara itu, umat Islam di Indonesia kini telah memasuki pekan terakhir Ramadhan 1447 Hijriah. Tanggal 16 Maret 2026 sendiri menandai hari-hari terakhir ibadah puasa sebelum perayaan Idul Fitri tiba, menambah dinamika persiapan masyarakat di berbagai sektor.