Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. Zainal Abidin menegaskan bahwa kiprah dan jejak perjuangan Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, atau yang dikenal sebagai Guru Tua, merupakan inspirasi penting dalam pengembangan pendidikan dan dakwah Islam di seluruh Nusantara. Pernyataan ini disampaikan Zainal Abidin di Palu, pada Rabu, 1 April 2026.
“Tokoh pendiri Perguruan Alkhairaat (Guru Tua) perlu diteladani dalam membangun umat. Kiprahnya di bidang pendidikan Islam telah memberikan dampak positif dalam pembangunan pendidikan di kawasan timur Indonesia,” ujar Zainal Abidin.
Menurutnya, Guru Tua adalah sosok yang telaten dan sabar dalam membina, mendidik, serta mengajar para muridnya. Dedikasi tinggi ini menjadi fondasi kuat dalam melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.
Zainal Abidin juga menyoroti peringatan Haul Guru Tua ke-58 yang bertepatan dengan 12 Syawal 1447 Hijriah atau 1 April 2026. “Haul Guru Tua ke-58 bertepatan dengan 12 Syawal 1447 Hijriah/ 1 April 2026 tidak hanya sekedar diperingati setiap tahun, ada nilai terkandung di dalamnya yang perlu diteladani untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” jelasnya.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah ini menambahkan, keikhlasan Guru Tua dalam mengembangkan pendidikan dan dakwah di masyarakat patut menjadi teladan. Perjuangannya tidak hanya berfokus pada aspek keilmuan, tetapi juga menyentuh nilai-nilai sosial dan kemanusiaan.
“Sayid Idrus sangat menghargai dan menghormati budaya serta kearifan lokal, kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam. Jika ditemukan hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, maka diluruskan dengan cara yang bijak,” ucap Zainal.
Sikap toleransi Guru Tua terhadap berbagai kalangan juga sangat menonjol. Dalam praktik pendidikan di Alkhairaat, tokoh pendidikan Islam itu pernah mengangkat seorang guru aljabar (matematika) dari kalangan non-Muslim untuk mengajar. Ia juga secara rutin menanyakan perkembangan proses belajar di kelas.
“Ini menunjukkan sikap saling menghargai dan menghormati, termasuk kepada tokoh lintas agama,” kata Zainal Abidin.
Oleh karena itu, Abnaul Khairaat, sebagai generasi penerus, diharapkan dapat mengaktualisasikan nilai-nilai positif yang ditinggalkan Guru Tua dalam memajukan pendidikan dan dakwah. “Warisan pemikiran dan perjuangan Guru Tua hingga kini tetap hidup dan menjadi pedoman bagi generasi penerus dalam membangun peradaban yang berilmu, toleran, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.
