Pengusaha muda Insanul Fahmi harus menjalani ibadah puasa Ramadan tahun ini dengan suasana yang berbeda. Di tengah proses hukum dan konflik rumah tangga yang belum usai dengan Wardatina Mawa, ia kini melewati bulan suci seorang diri.

Pria berusia 26 tahun ini mengakui adanya perubahan atmosfer yang signifikan. Jika sebelumnya ia menghabiskan waktu bersama anak dan istrinya, kini Insanul harus melaluinya dalam kesendirian, sebuah dampak langsung dari permasalahan hukum yang masih terus bergulir.

Insanul Fahmi Manfaatkan Kesendirian untuk Introspeksi

Meski harus melewati momen Ramadan dalam kesendirian, Insanul Fahmi memilih untuk tetap bersikap positif. Ia menganggap waktu luang yang ia miliki saat ini sebagai kesempatan emas untuk melakukan evaluasi diri secara mendalam dan memperbaiki kualitas spiritualitas pribadinya.

Insanul Fahmi tidak menampik perasaan sepi yang menyelimutinya. “Pasti ada perasaan seperti itu (sepi) tapi lebih ke waktunya aku manfaatin buat banyak muhasabah gitu ya. Karena ketika sendiri justru jadi kesempatan buat aku lebih berkaca bahwasanya diri aku ini masih perlu banyak diperbaikin,” ujarnya kepada awak media.

Strategi Insanul Fahmi Motivasi Putra Berpuasa

Terkait dengan cara memotivasi putranya yang masih kecil dalam menjalankan ibadah puasa, Insanul Fahmi menjelaskan strateginya. Ia memastikan komunikasi dengan sang putra yang baru menginjak usia lima tahun tetap berjalan lancar, meskipun jarak memisahkan mereka.

“Pasti diingetin buat puasa supaya bisa full. Ada reward-nyalah gitu. Kemarin dia pengen motor-motoran gitu, umur 5 tahun ya, pengen motor-motoran gitu ya udah nggak apa-apa nanti coba kalau misalnya dia bisa,” tambahnya, mengungkapkan metode pemberian hadiah sebagai pemicu semangat.

Keinginan sang anak untuk memiliki mainan motor-motoran baru akan dikabulkan jika mampu menyelesaikan ibadah puasa seharian penuh. Metode ini dianggap lazim dilakukan oleh para orang tua untuk mendidik anak sejak usia dini.

Target Utama: Selesaikan Proses Hukum dan Kembali Bersama Keluarga

Insanul Fahmi kemudian memaparkan target utama yang ingin dicapai setelah melewati seluruh rangkaian bulan Ramadan dan persoalannya saat ini. “Targetnya sih menyelesaikan proses hukum yang ada, pastinya. Kemudian ya (mau) bisa berkumpul kembali dengan keluarga sih,” ucap Insanul dalam keterangannya.

Kondisi rumah tangga Insanul Fahmi dengan Wardatina Mawa memang sedang berada di ujung tanduk dan menjadi perhatian publik. Masalah yang membelit mereka tidak hanya sekadar konflik internal, namun sudah masuk ke ranah hukum formal, menyebabkan keduanya harus tinggal terpisah.

Selain persoalan domestik, nama Insanul Fahmi juga sempat dikaitkan dengan Inara Rusli dalam beberapa pemberitaan media massa. Namun, fokus utama sang pengusaha saat ini tetap pada penyelesaian kasus hukumnya dengan Wardatina Mawa, demi memastikan segala proses dapat segera tuntas.

Harapan terbesar Insanul adalah bisa kembali berkumpul dengan keluarga kecilnya setelah semua urusan hukum selesai. Ia mengakui kerinduan terhadap suasana rumah yang hangat menjadi motivasi, namun tetap menyadari prosedur hukum yang harus ditaati.

Ke depannya, Insanul Fahmi berharap proses mediasi atau langkah hukum lainnya dapat membawa hasil terbaik bagi semua pihak, serta menjamin masa depan putra semata wayangnya.