Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) memperluas jangkauan kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan SMA Taruna Kasuari Nusantara. Penandatanganan nota kesepahaman ini berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada Rabu (8/4/2026), menandai komitmen YPMAK untuk mempermudah akses pendidikan menengah bagi generasi muda Suku Amungme dan Kamoro.
Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak dari kedua suku tersebut. “Soal kuota nanti kami menyesuaikan dengan kebutuhan. Tidak mungkin anak-anak Papua Tengah ambil semua, harus bagi-bagi dengan Papua Barat,” ujar Tumuka di Manokwari.
Fokus pada Kualitas dan Pembentukan Karakter
Tumuka menyoroti SMA Taruna Kasuari Nusantara sebagai salah satu sekolah unggulan di Papua Barat. Sekolah ini tidak hanya menekankan pada mutu akademik, tetapi juga fokus pada pembentukan mental dan karakter peserta didik. Pendekatan ini diharapkan dapat membekali SDM Suku Amungme dan Kamoro dengan daya saing tinggi, baik untuk menghadapi tantangan dunia kerja maupun melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.
“Harapan kami, lulusan SMA Taruna Kasuari bisa tembus ke Akpol, Akmil, IPDN, dan lainnya. Setiap tahun kami beri beasiswa 4.000 anak, jadi kami mau sekolah yang lebih spesifik,” tegas Leonardus.
YPMAK secara berkelanjutan memantau perkembangan peserta didik di seluruh sekolah mitra untuk memastikan peningkatan kualitas pendidikan berjalan optimal. Kebijakan perluasan kerja sama ini juga mengalami perubahan strategis. Sebelumnya, YPMAK menjalin kemitraan dengan sekolah-sekolah di luar Tanah Papua. Namun, sejak tahun ini, fokus dialihkan ke sekolah-sekolah unggulan di Tanah Papua. “Untuk Papua Barat, sudah ada tiga SMA,” tambah Tumuka.
Apresiasi Pemerintah Provinsi dan Bantuan Operasional
Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba, menyambut baik kerja sama ini, menyebutnya sebagai momentum bersejarah yang merefleksikan semangat kolaborasi dalam membangun Tanah Papua. Ia mengapresiasi YPMAK sebagai mitra strategis pemerintah daerah yang konsisten mendukung pemberdayaan masyarakat adat Papua melalui program pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi mandiri berbasis kearifan lokal.
“Pemerintah Provinsi Papua Barat mengapresiasi atas dedikasi dan kerja sama yang hari ini sudah terlaksana,” kata Barnabas.
Dalam kesempatan tersebut, YPMAK juga menyerahkan satu unit kendaraan roda empat. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kegiatan operasional SMA Taruna Kasuari Nusantara dalam mewujudkan generasi muda asli Papua yang cerdas, disiplin, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.
Sebagai informasi, YPMAK adalah lembaga nirlaba yang mengelola dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia. Fokus utamanya adalah pemberdayaan Suku Amungme, Kamoro, dan lima suku kekerabatan lainnya yang berdomisili di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
