Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran link yang mengatasnamakan “Ibu Tiri Vs Anak Tiri” berdurasi 7 menit. Konten yang diklaim menampilkan adegan di kebun sawit dan dapur ini menjadi umpan baru bagi modus penipuan siber yang berpotensi menguras saldo rekening dan mencuri data pribadi korban.

Pakar keamanan siber dan otoritas terkait telah berulang kali mengingatkan bahwa link-link video sensasional seringkali disisipi malware atau mengarah ke situs . Ketika pengguna mengklik tautan tersebut, mereka mungkin diminta untuk mengunduh aplikasi tidak dikenal (APK) atau memasukkan kredensial login ke halaman palsu yang menyerupai platform media sosial atau perbankan.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, misalnya, mencatat peningkatan kasus penipuan online yang memanfaatkan isu viral. Korban yang terperdaya dapat mengalami kerugian finansial signifikan, mulai dari saldo rekening bank yang ludes hingga penyalahgunaan data pribadi untuk pinjaman online ilegal atau kejahatan lainnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) secara rutin mengeluarkan peringatan agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan konten-konten yang menjanjikan tayangan eksklusif atau “tanpa sensor”. Verifikasi sumber informasi dan kehati-hatian dalam mengklik tautan adalah kunci utama untuk menghindari jebakan para pelaku kejahatan siber.

Untuk mencegah menjadi korban, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, jangan pernah mengklik link yang mencurigakan, terutama yang berasal dari sumber tidak dikenal atau dibagikan secara acak di grup chat. Kedua, pastikan untuk selalu mengunduh aplikasi hanya dari toko aplikasi resmi (Google Play Store atau Apple App Store). Ketiga, aktifkan fitur keamanan ganda (two-factor authentication) pada akun-akun penting Anda, termasuk perbankan dan media sosial.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarluaskan link video semacam itu, karena secara tidak langsung turut membantu penyebaran modus penipuan. Jika menemukan tautan mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang atau platform terkait untuk tindakan lebih lanjut. Keamanan digital adalah tanggung jawab bersama.