Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) kembali mengeluarkan peringatan keras terkait peredaran tautan video viral berjudul “Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur”. Tautan yang menyebar masif melalui berbagai platform pesan instan dan media sosial ini diidentifikasi sebagai modus kejahatan siber yang berpotensi membahayakan data pribadi dan keamanan perangkat pengguna.
Pakar keamanan siber dari lembaga seperti Vaksincom, Dr. Alfons Tanujaya, pada Kamis (17/4/2026) menyatakan bahwa fenomena tautan viral berbahaya telah meningkat signifikan. “Modus ini memanfaatkan rasa penasaran publik terhadap konten sensasional. Begitu diklik, tautan tersebut bisa mengarahkan korban ke situs phishing yang meminta data pribadi, atau bahkan mengunduh malware secara otomatis ke perangkat,” jelas Alfons.
BSSN mencatat, dalam kuartal pertama tahun 2026, terdapat peningkatan laporan insiden siber sebesar 30% yang berkaitan dengan penyebaran tautan berbahaya, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tautan “Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2” ini diduga kuat merupakan bagian dari gelombang serangan siber yang lebih canggih, di mana pelaku menggunakan teknik rekayasa sosial dan bahkan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat pesan dan halaman palsu terlihat sangat meyakinkan.
Dampak dari mengklik tautan semacam ini sangat beragam. Mulai dari pencurian kredensial akun media sosial, informasi perbankan, hingga instalasi spyware yang memantau aktivitas pengguna atau ransomware yang mengunci akses perangkat. Pengguna diimbau untuk selalu waspada dan tidak mudah tergiur dengan judul-judul provokatif atau sensasional.
Tips Aman Menghindari Jebakan Link Berbahaya
Untuk melindungi diri dari ancaman siber ini, Kominfo dan pakar keamanan menyarankan beberapa langkah pencegahan:
- Verifikasi Sumber: Selalu pastikan keaslian tautan dan sumbernya sebelum mengklik. Jika berasal dari nomor atau akun tidak dikenal, abaikan saja.
- Perhatikan URL: Cermati alamat URL. Tautan phishing seringkali memiliki ejaan yang salah atau domain yang mencurigakan.
- Gunakan Antivirus: Instal dan perbarui perangkat lunak antivirus di perangkat Anda secara berkala.
- Perbarui Sistem Operasi: Pastikan sistem operasi dan aplikasi Anda selalu dalam versi terbaru untuk mendapatkan patch keamanan terkini.
- Jangan Bagikan Sembarangan: Hindari meneruskan tautan yang belum diverifikasi ke orang lain, agar tidak turut menyebarkan ancaman.
Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam berselancar di dunia maya dan tidak menjadi korban berikutnya dari kejahatan siber yang terus berevolusi.
