MEULABOH – Sebuah penggerebekan terhadap terduga pasangan mesum di sebuah konter smartphone di Meulaboh, Aceh Barat, pada Jumat (27/2/2026) dini hari, mengungkap fakta baru. Insiden ini terjadi di Gampong Panggong, Kecamatan Johan Pahlawan, tepatnya di sebuah konter smartphone yang berlokasi di Jalan Teuku Umar. Video penggerebekan ini sempat viral di media sosial dengan judul “dea store meulaboh”, meskipun belum dapat dikonfirmasi apakah “dea store” merupakan nama resmi konter tersebut.
Kecurigaan warga setempat telah lama muncul terhadap pemilik konter berusia 40 tahun dan karyawan wanitanya yang berusia 20 tahun. Tuha Peut Gampong Panggong, Dani, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan kronologinya. Menurut Dani, warga mulai curiga karena toko sudah tutup namun karyawati belum pulang. Tak lama berselang, pemilik toko yang diketahui sudah beristri itu masuk ke dalam toko, memperkuat kecurigaan warga.
Sebagai informasi, Tuha Peut adalah lembaga adat dan perwakilan masyarakat tingkat desa (gampong) di Aceh. Lembaga ini berfungsi sebagai penasihat Keuchik (Kepala Desa), pengawas kinerja pemerintahan gampong, serta pengayom adat istiadat. Anggotanya terdiri dari tokoh masyarakat, agama, pemangku adat, dan cerdik pandai yang bertugas menampung aspirasi serta menyelesaikan sengketa gampong.
“Laki-lakinya berusia 40 tahun, orang luar Aceh Barat, sementara perempuan berusia 20 tahun dan mengakunya orang Medan. Jadi kedai sudah tutup, perempuan itu belum pulang, kemudian masuk bosnya ke dalam toko, makanya pemuda curiga,” kata Dani.
Karena kecurigaan yang sudah lama terpendam, sekelompok pemuda setempat bergerak mendatangi toko secara beramai-ramai. Mereka berhasil menciduk pasangan non-muhrim tersebut di dalam toko, tepat menjelang waktu Imsak subuh. Meskipun sempat diperiksa, warga tidak menemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindakan asusila yang sudah terjadi.
Namun, setelah diinterogasi, terungkap bahwa keduanya sedang dalam tahap perencanaan untuk melakukan perbuatan terlarang tersebut. “Cuma mereka sempat berdiskusi akan mengarah pada hal tersebut (bersetubuh). Tokonya hanya satu ruangan. Saat kita tanya kepada perempuannya, dia sedang dirayu oleh laki-laki tersebut dengan iming-iming sejumlah uang agar bisa pulang kampung,” sebut Dani.
Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa pemilik konter smartphone tersebut ternyata sudah memiliki istri yang saat ini berada di kampung halamannya di Pidie. Seorang warga sekitar yang mengenal pemilik toko tersebut meyakini bahwa perempuan yang bersamanya di dalam toko bukanlah istri sah.
Akibat perbuatannya, warga yang geram memberikan peringatan keras kepada pemilik toko. Sementara itu, perempuan asal Medan tersebut diminta untuk tidak lagi menginjakkan kakinya di kawasan Gampong Panggong. Hingga berita ini ditayangkan, Tuha Peut Gampong Panggong belum merincikan inisial kedua terduga pasangan mesum tersebut. Kasus ini kini telah ditangani oleh Polisi Syariah atau Wilayatul Hisbah (WH) setempat untuk proses hukum lebih lanjut.
sumber gambar: gesit.id 