Warga Dusun Galekan, Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, mengeluhkan kelangkaan gas elpiji (LPG) subsidi 3 kilogram yang telah berlangsung sekitar satu pekan terakhir. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran menjelang perayaan Lebaran Idulfitri 2026, di mana kebutuhan memasak masyarakat biasanya meningkat.
Asiyah, salah seorang warga Desa Bajulmati, mengungkapkan bahwa kelangkaan ini terasa di perbatasan Banyuwangi-Situbondo. “Sudah sekitar satu mingguan (terjadi kelangkaan gas LPG 3 kilogram). Di warung-warung juga pada kosong,” ujarnya kepada jatimnow.com pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Ia menambahkan, ketika stok LPG 3 kilogram masuk ke pangkalan, warga yang terlambat melakukan pemesanan seringkali tidak kebagian. Bahkan, di beberapa pangkalan, harga LPG 3 kilogram dibanderol hingga Rp 25 ribu per tabung, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET). Meskipun demikian, tingginya permintaan membuat tabung gas melon tersebut tetap diburu warga.
Pertamina Klaim Distribusi Lancar
Menanggapi keluhan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mengklaim bahwa distribusi LPG 3 kilogram di wilayah Jawa Timur tetap berjalan lancar.
Sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan dan mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, Pertamina menyalurkan tambahan pasokan sepanjang Maret 2026. Penambahan ini dilakukan melalui mekanisme fakultatif dan ekstradropping sebesar 10 persen atau sebanyak 3.657.666 tabung LPG 3 kilogram khusus untuk wilayah Jawa Timur.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan, “Penambahan pasokan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi peningkatan kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan LPG bersubsidi tetap tersedia sesuai peruntukannya.”
Selain menambah pasokan, Ahad juga memastikan bahwa Pertamina terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta lembaga penyalur resmi. Langkah ini bertujuan agar distribusi LPG berjalan lancar hingga ke tingkat pangkalan.
Terkait adanya penjualan LPG 3 kilogram di atas harga wajar, Ahad mengaku pihaknya rutin melakukan peninjauan langsung. Pemantauan penyaluran LPG 3 kilogram kepada masyarakat ini dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan, termasuk penerapan harga eceran tertinggi (HET).
