Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak 1.000 hari pertama kehidupan, terutama saat bayi masih dalam kandungan. Penegasan ini disampaikan Wamen Isyana saat meninjau fasilitas penyediaan makanan bergizi gratis (MBG) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat, 20 Desember 2025.
Dalam kunjungannya, Wamen Isyana meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nefonaek Pasir Panjang Kota Kupang. SPPG ini merupakan pusat produksi, penyimpanan, dan distribusi makanan bergizi yang menjadi ujung tombak program MBG 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD).
SPPG Nefonaek memegang peran vital dalam rantai logistik MBG, mulai dari pengadaan bahan makanan, proses produksi, hingga pengemasan dan penyaluran kepada sasaran. Program MBG 3B di SPPG Nefonaek sendiri telah berjalan selama tiga bulan.
Wamen Isyana melakukan peninjauan menyeluruh di setiap ruangan SPPG, mulai dari ruang produksi, ruang pencucian ompreng, hingga ruang pengemasan makanan. Ia memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diproduksi, serta menekankan agar makanan dibuat tidak pedas dan layak dikonsumsi oleh balita.
Program Prioritas Nasional untuk Peningkatan Kualitas SDM
Isyana Bagoes Oka menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengawal program prioritas. “Kami datang ke Kota Kupang untuk melihat bagaimana pelaksanaan dan distribusi program MBG 3B. Ini adalah salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mencapai visi keempat Asta Cita, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” jelas Wamen Isyana.
Setelah meninjau SPPG, Wamen Isyana melanjutkan kunjungan ke rumah penerima manfaat MBG 3B. Salah satu keluarga yang dikunjungi adalah pasangan suami istri Heru Siswanto dan Alsa Alfrida Lasena, warga RT 02 RW 01. Mereka tinggal di sebuah kos-kosan dengan biaya sewa Rp350 ribu per bulan dan Heru sehari-hari bekerja sebagai nelayan.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Isyana berdialog dengan Alsa Alfrida Lasena, menanyakan durasi penerimaan MBG dan manfaat yang dirasakan. Ia juga memberikan edukasi mengenai pentingnya asupan gizi bagi kesehatan ibu dan janin, serta menyarankan untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB).
