Penyanyi Petrus Yohanes Debrito Armando Djaga Kota, atau yang dikenal luas sebagai Piche Kota, jebolan Indonesian Idol 2025, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerkosaan atau persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Penetapan status hukum ini diumumkan oleh Polres Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis, 19 Februari 2026.

Selain Piche Kota, dua orang lainnya, RM alias Roni dan RS alias Rifle, juga turut ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya diduga terlibat dalam kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang siswi SMA berinisial ACT (16). Peristiwa dugaan pemerkosaan tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026, di salah satu hotel di Atambua, Kabupaten Belu.

Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah melalui gelar perkara yang cermat. “Penetapan ini berdasarkan minimal dua alat bukti yang sah,” ujar AKBP I Gede Eka Putra Astawa. Ketiga tersangka kini dijerat pasal berlapis dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.

Menanggapi penetapan status tersangka ini, pihak keluarga Piche Kota menyatakan akan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Ayah Piche, Antonius Chen Djaga Kota, menegaskan, “Keluarga akan mengikuti seluruh tahapan hukum di Polres Belu.”

Profil Antonius Chen Djaga Kota, Wakil Ketua DPRD Belu

Sosok Antonius Chen Djaga Kota, ayah dari Piche Kota, bukanlah orang sembarangan. Ia dikenal sebagai pejabat publik yang menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Belu. Jabatan strategis ini membuat namanya cukup dikenal di kancah politik lokal Nusa Tenggara Timur.

Antonius Chen Djaga Kota, yang juga dikenal dengan nama Antonius CHR Djaga Kota, ST, lahir di Weetobula dan kini berusia 61 tahun. Ia menganut agama Katolik dan berdomisili di Belu, NTT. Riwayat pendidikannya dimulai dari SMA Manda Elu pada tahun 1983-1986. Ia kemudian melanjutkan studi S1 di Universitas Katolik Widya Mandira (UNIKA Widya Mandira) dan menyelesaikannya pada tahun 2001, setelah tercatat masuk pada tahun 1986.

Sebelum terjun ke dunia politik, Antonius memiliki pengalaman sebagai perangkat desa. Ia juga pernah berkarier di sektor swasta, yakni sebagai Inspector di PT. Siar Plan selama 11 tahun, dari tahun 1990 hingga 2001.

Di dunia organisasi, Antonius tercatat pernah memimpin Ikatan Keluarga Asal Sumba (IKAS) sebagai ketua selama 14 tahun, dari tahun 2009 hingga 2023. Kepemimpinannya dalam organisasi kedaerahan ini menunjukkan perannya sebagai tokoh yang dipercaya oleh komunitas asal Sumba di wilayah Belu.

Perjalanan Piche Kota, dari Mimpi Tersembunyi hingga Panggung Indonesian Idol

Meski kini Piche Kota harus berhadapan dengan proses hukum, perjalanan kariernya di dunia musik sempat menjadi kebanggaan keluarga. Orang tua Piche, Antonius dan Elfrida Martha Mauluan, awalnya tidak mengetahui bahwa putra mereka diam-diam mengejar mimpi menjadi penyanyi.

Dalam sebuah wawancara bersama “Manefeto Podcast”, kedua orang tua Piche menceritakan momen pertama kali mengetahui keikutsertaan Piche di Indonesian Idol. Sang ibu, Mama Ida, mengingat bahwa pada Juni 2024, Piche meminta izin untuk pergi ke Kupang dengan alasan ingin mencoba ikut audisi menyanyi. Awalnya, sang ibu ragu karena Piche tidak menunjukkan minat pada pendidikan atau karier lain seperti menjadi polisi. Namun, melihat tekad anaknya, ia akhirnya memberikan izin. Piche pun menempuh perjalanan jauh ke Kupang untuk mengikuti audisi pertama.

Ketika Piche lolos dan menerima Golden Ticket dari RCTI, sang ayah bahkan sempat mengira tiket tersebut hanyalah secarik kertas biasa. Namun, ketika Piche diumumkan lolos sebagai finalis, keluarga besarnya terkejut sekaligus merasa sangat bangga. Seiring waktu, keluarga Piche menyadari bahwa inilah awal dari perjalanan luar biasa anak mereka.

Bakat menyanyi Piche sudah tampak sejak kecil. Ia terbiasa tampil dari satu panggung ke panggung lain sebagai penyanyi reguler di acara-acara lokal. Sikap pantang menyerah dan dedikasinya pada musik membuahkan hasil, membawanya menembus babak top 15 ajang pencarian bakat paling bergengsi di Indonesia.

Sosok Piche di Mata Keluarga

Di balik sosoknya yang ekspresif dan percaya diri di atas panggung, orang-orang terdekat Piche justru mengenalnya sebagai pribadi introvert yang pendiam di rumah. Hal ini diungkapkan oleh sang kakak, Mega, yang juga merupakan admin dari “Picheverse” – fanbase resmi yang ia kelola.

Menurut Mega, meski jarang bicara di rumah, Piche menjadi pribadi yang sangat terbuka dan ekspresif ketika berada di tengah teman-teman atau saat tampil di depan umum. Kasus hukum yang kini membelit Piche Kota tentu menjadi ujian berat bagi keluarga besar Antonius Chen Djaga Kota. Sang ayah, yang juga seorang pejabat publik, kini harus menghadapi sorotan masyarakat, sembari tetap menyatakan komitmennya untuk mengikuti proses hukum yang berjalan di Polres Belu.