Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan perhatian serius terhadap isu tiga gajah asal Malaysia, Dara, Amoi, dan Kelat, yang dilaporkan berada dalam kondisi kurang baik di Kebun Binatang Osaka, Jepang. Pernyataan ini disampaikan Anwar di tengah meningkatnya kekhawatiran publik Malaysia terkait kesejahteraan hewan-hewan tersebut.
Dalam pertemuan dengan Kementerian Sumber Asli dan Kelestarian Alam (NRES) Malaysia pada Senin, 4 Mei 2026, Anwar Ibrahim menegaskan pentingnya prioritas kesejahteraan gajah. “Pihak NRES juga mengangkat isu Dara, Amoi, dan Kelat, tiga gajah kita yang saat ini berada di Jepang. Saya memahami kekhawatiran masyarakat dan menegaskan bahwa kesejahteraan hewan-hewan ini harus menjadi prioritas NRES dan Kebun Binatang Taiping,” kata Anwar.
Anwar Ibrahim menginstruksikan agar setiap keputusan dan tindakan terkait ketiga gajah tersebut harus didasarkan pada fakta dan mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi Dara, Amoi, dan Kelat. Ia juga meminta NRES untuk menyampaikan informasi yang transparan dan berbasis fakta secara berkelanjutan kepada masyarakat, guna memberikan gambaran sebenarnya mengenai kondisi gajah-gajah di Osaka.
Kekhawatiran Publik dan Desakan Pemulangan
Sebelumnya, masyarakat Malaysia gencar mendesak pemulangan Dara, Amoi, dan Kelat kembali ke tanah air. Desakan ini muncul setelah beredarnya video viral di media sosial yang menunjukkan ketiga gajah tersebut berjalan di sebuah kebun binatang di Jepang, dengan dugaan kondisi yang tertekan.
Publik Malaysia menilai gajah-gajah tersebut tampak stres, bahkan ada dugaan gading salah satu gajah patah akibat tersangkut di struktur kandang. Kekhawatiran ini memicu kampanye di media sosial yang menuntut pemerintah Malaysia untuk bertindak.
Tanggapan Kementerian Sumber Asli dan Kelestarian Alam
Merespons kekhawatiran tersebut, Menteri Sumber Asli dan Kelestarian Alam Malaysia Dato’ Sri Arthur Joseph Kurup menyampaikan apresiasi atas kepedulian rakyat. “NRES amat menghargai keprihatinan rakyat Malaysia terhadap Gajah Dara, Amoi dan Kelat yang mencerminkan kasih sayang terhadap khazanah alam negara,” ujar Arthur dalam pernyataan beberapa waktu lalu.
Arthur menjelaskan bahwa kementeriannya bukan pihak yang menandatangani pengiriman ketiga gajah tersebut ke Jepang. Pengiriman Dara, Amoi, dan Kelat dari Perak ke Osaka pada 10 Maret 2026, dilakukan melalui mekanisme business-to-business (B2B) antara Zoo Taiping & Night Safari (ZTNS), Perak, Malaysia, dengan Tennoji Zoo, Osaka, Jepang, dengan tujuan konservasi.
Meskipun demikian, Arthur menegaskan bahwa kementeriannya tidak akan berkompromi dalam hal kesejahteraan satwa liar asal Malaysia. Pihak NRES akan terus memantau dan memastikan kondisi ketiga gajah tersebut.
