Selebritas Clara Shinta, didampingi kuasa hukumnya, Sunan Kalijaga, mendatangi Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) pada Senin (4/5). Kedatangan selebritas tersebut untuk membuat pengaduan terkait dugaan video call sex (VCS) yang melibatkan suaminya dengan wanita lain.
Sunan Kalijaga menjelaskan bahwa kliennya merasa menjadi korban dari peristiwa tersebut. “Klien kami di sini mengadu karena dia merasa adalah seorang korban dari satu peristiwa adanya dugaan hubungan suaminya dengan wanita lain yang sedang melakukan aktivitas video call sex atau dikenal VCS yang kemarin sempat ramai di pemberitaan atau viral,” ujar Sunan Kalijaga di Komnas Perempuan, Jakarta Pusat.
Persoalan ini, lanjut Sunan, sangat merugikan Clara Shinta. Dugaan VCS sang suami dengan wanita lain disebut-sebut membuat rumah tangga Clara Shinta kini berada di ujung tanduk.
Selain itu, Clara Shinta juga merasa dirugikan dari segi pekerjaan dan nama baiknya. “Apa yang dia alami sangat merugikan, artinya merugikan rumah tangganya juga, merugikan pekerjaannya, di mana pada saat peristiwa itu sempat sama suami pisah. Lalu juga merugikan nama baik dan anak-anaknya,” tuturnya.
Sunan mengungkapkan bahwa pemicu utama Clara Shinta akhirnya memutuskan untuk membuat pengaduan di Komnas Perempuan adalah adanya somasi dari seorang perempuan bernama Indah.
