Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pelaksanaan mudik Idulfitri 2026 berjalan aman dan lancar. Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan, seluruh pihak terkait harus bersinergi secara solid demi menjamin kelancaran arus lalu lintas serta stabilitas harga pangan di wilayah Jabar.

Penegasan tersebut disampaikan Erwan saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Aula Polda Jabar, Senin (2/3). Pertemuan strategis ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk TNI, Polri, BMKG, Basarnas, Pertamina, hingga Jasa Marga.

Erwan memaparkan, Pemprov Jabar telah melakukan langkah preventif dengan memperbaiki infrastruktur jalan serta memetakan titik rawan kemacetan dan kecelakaan secara detail. Langkah mitigasi bencana alam juga menjadi prioritas mengingat cuaca yang dinamis.

“Selain memastikan kelancaran lalu lintas, stabilitas harga pangan jelang Idulfitri juga menjadi fokus pemprov juga meminta pihak terkait memastikan distribusi pangan lancar agar tidak terjadi kelangkaan atau kenaikan harga pangan,” papar Erwan.

Lebih lanjut, Erwan menegaskan bahwa Jawa Barat memiliki karakteristik unik sebagai daerah tujuan sekaligus lintasan utama mudik nasional. Oleh karena itu, respons cepat dari perangkat daerah menjadi kunci. “Kami akan memastikan seluruh perangkat daerah terkait bergerak cepat dan responsif sesuai tugasnya masing-masing,” jelasnya.

60 Posko Lebaran Disiagakan

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jabar, Agung Wahyudi, menjelaskan kesiapan teknis di lapangan. Pihaknya telah menyiagakan 60 Posko Piket Lebaran 2026 yang tersebar di 6 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Posko ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat dan fasilitas umum bagi pemudik, tetapi juga sebagai pusat informasi jalur alternatif dan rawan bencana.

“Kami juga menyiapkan sebanyak 19 titik Disaster Relieve Unit (DRU) untuk mengantisipasi bencana. DRU dikawal oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Bima Sakti yang bertugas melakukan antisipasi kerusakan ruas jalan provinsi pada daerah perkotaan dan lalu lintas padat, lokasi rawan kecelakaan, lokasi rawan bencana serta lokasi berdasarkan masukan masyarakat yang bersifat mendesak,” ungkap Agung.

Dukungan Alat Berat

Untuk mendukung mobilitas tim di lapangan, DBMPR menyiagakan berbagai peralatan berat di 19 titik strategis, meliputi:

  • 20 unit mini excavator
  • 56 unit dump truck
  • 6 jembatan bailey
  • 40 unit pick up
  • 6 unit wheel loader
  • 81 unit alat pemadat

Titik DRU ini tersebar di wilayah krusial, mulai dari Bogor, Bekasi, Sukabumi, hingga jalur timur seperti Indramayu, Cirebon, dan Tasikmalaya.

sumber gambar: mediaindonesia.com