GESIT News – LOMBOK TIMUR, Media sosial di Lombok Timur dan sekitarnya sempat dihebohkan dengan beredarnya sebuah video berdurasi sekitar 13 menit yang menampilkan adegan tidak pantas dua orang muda-mudi. Video tersebut disertai narasi bahwa pemerannya merupakan mahasiswa yang sedang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Lombok Timur.
Klaim tersebut dengan cepat menyebar melalui berbagai platform digital dan memicu keresahan masyarakat, khususnya karena dikaitkan dengan aktivitas mahasiswa dalam program pengabdian kepada masyarakat. Namun, hasil penelusuran dan klarifikasi dari sejumlah pihak menunjukkan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan laporan cek fakta yang dilakukan media Lombokvibes, klaim bahwa video tersebut merupakan video syur mahasiswa KKN di Lombok Timur dinyatakan tidak benar atau hoaks. Dalam penelusurannya, Lombokvibes menyebutkan bahwa video tersebut telah beredar sejak beberapa bulan sebelum pelaksanaan KKN, sehingga tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan mahasiswa yang sedang menjalankan program KKN di Lombok Timur .
Media ini menegaskan bahwa tidak ditemukan bukti valid yang menguatkan narasi bahwa video tersebut direkam saat kegiatan KKN berlangsung atau melibatkan mahasiswa KKN aktif sebagaimana yang ramai diklaim di media sosial.
Klarifikasi Desa dan Kampus
Sementara itu, beberapa media lainnya melaporkan bahwa pemerintah desa di lokasi yang disebut-sebut dalam narasi viral mengakui adanya mahasiswa KKN yang pernah ditempatkan di wilayah tersebut. Namun, pihak desa menegaskan bahwa selama masa KKN berlangsung tidak pernah ada laporan maupun temuan terkait perilaku asusila sebagaimana yang ditampilkan dalam video viral.
Dari sisi akademik, pihak kampus melalui satuan tugas terkait juga memberikan klarifikasi. Meskipun terdapat anggapan kemiripan wajah antara pemeran dalam video dengan salah satu mahasiswa, pihak kampus menyatakan bahwa video tersebut bukan rekaman mahasiswa mereka. Kampus juga menyampaikan telah melakukan klarifikasi internal dan berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Imbauan kepada Masyarakat
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama konten sensitif yang belum terverifikasi kebenarannya. Penyebaran klaim tanpa dasar yang jelas berpotensi merugikan individu, institusi pendidikan, dan masyarakat luas.
Masyarakat diimbau untuk mengandalkan informasi dari sumber media kredibel serta menunggu hasil klarifikasi resmi sebelum menarik kesimpulan atau ikut menyebarkan konten yang beredar di media sosial.
