Industri musik Tanah Air berduka atas kepergian penyanyi Oxavia Aldiano, yang dikenal luas sebagai Vidi Aldiano. Musisi kelahiran 29 Maret 1990 ini mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu, 7 Maret 2026, di usia 35 tahun. Kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh sejumlah sumber terpercaya di Jakarta.

Vidi Aldiano meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kanker ginjal stadium tiga yang dideritanya sejak tahun 2019. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, serta para penggemar setia yang selama ini mengikuti perjalanan karier dan perjuangannya.

Perjalanan Karier dan Terobosan Musik

Vidi Aldiano memulai langkah besarnya di dunia tarik suara melalui jalur independen. Sebelum meraih popularitas, ia sempat mengikuti ajang pencarian bakat bergengsi namun hanya berhasil menembus babak 100 besar. Kegagalan tersebut tidak memadamkan semangatnya untuk terus memproduksi karya musik sendiri, yang kemudian membawanya ke puncak popularitas.

Nama Vidi Aldiano mulai melejit pada tahun 2008 melalui album perdana bertajuk Pelangi di Malam Hari. Album ini berisi lagu ikonik “Nuansa Bening”, sebuah karya daur ulang milik Keenan Nasution yang berhasil dibawakan dengan gaya modern. Lagu tersebut menjadi hit besar dan memantapkan posisi Vidi sebagai salah satu penyanyi solo pria terbaik di Indonesia.

Selain kesuksesan “Nuansa Bening”, Vidi juga merilis singel hit lainnya seperti “Status Palsu” yang semakin memperkuat dominasinya di tangga lagu radio nasional. Karakter suaranya yang lembut namun bertenaga membuatnya mudah diterima oleh berbagai kalangan pendengar, menjadi fondasi bagi karier panjangnya selama belasan tahun.

Pendidikan dan Kehidupan Pribadi

Vidi Aldiano tidak hanya fokus pada bidang tarik suara, tetapi juga menaruh perhatian besar pada aspek pendidikan formal. Ia berhasil meraih gelar magister (S2) dari University of Manchester di Inggris. Pencapaian akademis ini sering kali menjadi inspirasi bagi banyak penggemar muda untuk tetap mengutamakan pendidikan di tengah kesibukan.

Dalam kehidupan pribadi, Vidi Aldiano resmi membangun rumah tangga dengan aktris Sheila Dara Aisha pada 15 Januari 2022. Hubungan keduanya dikenal sangat harmonis dan jauh dari isu miring, meskipun mereka sering menunjukkan sisi humor yang unik di media sosial. Sheila diketahui selalu setia mendampingi Vidi dalam setiap tahap perjuangan melawan penyakitnya.

Dedikasi dan Warisan di Industri Musik

Sepanjang kariernya, Vidi telah merilis sebanyak enam album studio yang mencakup berbagai genre musik populer dan R&B. Beberapa karya terakhirnya, termasuk album Senandika yang rilis tahun 2022, menunjukkan kematangan bermusik sang artis. Ia juga aktif mendirikan label rekaman independen bernama VA Records untuk mendukung talenta-talenta baru di industri musik.

Memasuki akhir tahun 2025, Vidi Aldiano memutuskan untuk mengambil masa rehat atau hiatus dari seluruh aktivitas pekerjaan di dunia hiburan. Keputusan ini diambil agar ia dapat lebih fokus pada proses pemulihan dan pengobatan intensif. Meskipun sedang vakum, ia sempat berjanji kepada para penggemar akan kembali dengan album baru yang direncanakan rilis tahun 2026.

Salah satu penampilan panggung terakhir yang sangat emosional terjadi pada konser Laleilmanino & Friends di Istora Senayan, Oktober 2025. Dalam acara tersebut, Vidi tampil sebagai kolaborator spesial dan membawakan lagu berjudul “Definisi Bahagia”. Momen tersebut menjadi sangat mengharukan karena para penonton dan rekan sesama artis memberikan dukungan luar biasa kepadanya.

Vidi juga sempat menghadapi kendala hukum terkait hak cipta lagu “Nuansa Bening” yang sempat diturunkan dari platform musik digital pada tahun 2025. Namun, proses hukum tersebut akhirnya dimenangkan oleh pihak Vidi setelah majelis hakim mengabulkan nota keberatan yang diajukan. Hal ini menjadi salah satu bagian dari dinamika panjang perjalanan karier profesional sang musisi.

Sosok Inspiratif Pejuang Kanker

Perjuangan Vidi melawan kanker ginjal selama kurang lebih tujuh tahun sering kali ia bagikan melalui jurnal daring di media sosial. Ia secara transparan menceritakan efek samping pengobatan berat yang harus dirasakannya demi memberi semangat kepada sesama pejuang kanker. Keterbukaan ini membuatnya dianggap sebagai sosok inspiratif yang mampu tetap positif di situasi sulit.

Kini, seluruh karya musik dan prestasi yang telah diraih Vidi Aldiano menjadi warisan seni yang berharga bagi musik Indonesia. Pengaruhnya tidak hanya terbatas pada lagu-lagu hit, tetapi juga pada etos kerja dan dedikasinya dalam industri kreatif. Kehadirannya sebagai pembawa acara di berbagai ajang penghargaan juga selalu memberikan warna tersendiri bagi pemirsa televisi.

Sejumlah tokoh publik dan rekan musisi menyampaikan ucapan belasungkawa serta penghormatan terakhir melalui berbagai saluran komunikasi. Mereka mengenang Vidi sebagai teman yang baik, ceria, dan selalu membawa energi positif di setiap kesempatan bertemu. Kepergiannya di usia muda dirasakan sebagai kehilangan besar bagi ekosistem seni dan hiburan tanah air.

Prosesi pemakaman dan detail terkait rumah duka akan disampaikan lebih lanjut oleh pihak keluarga dalam waktu dekat. Masyarakat diharapkan dapat memberikan doa terbaik bagi almarhum serta memberikan ruang privasi bagi keluarga yang ditinggalkan. Vidi Aldiano kini telah beristirahat dengan tenang setelah menyelesaikan seluruh tugas dan karyanya di dunia ini.