Puluhan rumah warga di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terendam banjir pada Minggu (24/5) malam. Bencana ini dipicu oleh luapan dua sungai besar setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat dengan durasi yang cukup lama.

Hujan deras yang melanda kawasan Kecamatan Cepu serta wilayah hulu menyebabkan debit air meningkat drastis. Akibatnya, Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa yang melintasi permukiman warga tidak mampu menampung volume air hingga meluap ke rumah-rumah penduduk.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Agung Triyono, mengonfirmasi bahwa banjir luapan tersebut menggenangi beberapa titik lokasi di Kecamatan Cepu dengan ketinggian air yang bervariasi.

“Banjir luapan menggenangi rumah warga di beberapa lokasi di Kecamatan Cepu,” ujar Agung dalam keterangannya.

Dua Kelurahan Terdampak Signifikan

Berdasarkan data sementara dari BPBD Blora, terdapat dua kelurahan utama yang terdampak cukup signifikan, yakni:

  • Kelurahan Cepu: Sebanyak 35 rumah di RW 01 Lingkungan Ngareng Sawahan tergenang air dengan ketinggian berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter.
  • Kelurahan Balun: Sebanyak lima rumah di RW 11 Gang Swadaya, Lingkungan Tukbuntung, terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 70 sentimeter.

Meskipun arus air dilaporkan cukup deras, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hingga saat ini, tidak ada warga yang dilaporkan mengungsi ke posko darurat.

Penanganan dan Kondisi Terkini

Petugas TRC BPBD Blora telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen, pendataan, serta membantu proses evakuasi warga yang membutuhkan. Namun, petugas di lapangan sempat menghadapi kendala akibat arus air yang masih deras dan debit sungai yang bertahan tinggi.

BPBD terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan lanjutan dan mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Memasuki Senin dini hari, kondisi banjir di sejumlah titik dilaporkan mulai menunjukkan tren surut.

“Beberapa wilayah sudah mulai surut dan kondisi berangsur normal,” pungkas Agung.