Sebuah potongan video yang menampilkan konflik sengit antara seorang ibu tiri dan anak tiri di tengah perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan, Riau, menjadi viral di platform TikTok sejak akhir Januari 2026. Video tersebut memicu perdebatan luas di kalangan warganet, terutama karena adanya adegan yang disensor, menimbulkan berbagai spekulasi mengenai insiden sebenarnya.
Sengketa Warisan Lahan Sawit Jadi Pemicu
Insiden yang terekam dalam video tersebut melibatkan Ny. Ratna, ibu tiri, dan Sdri. Ayu, anak tiri. Keduanya merupakan warga Desa Mekar Jaya, Kabupaten Pelalawan. Konflik ini diduga kuat berakar dari sengketa warisan lahan kelapa sawit seluas lima hektar yang merupakan peninggalan almarhum ayah Ayu.
Dalam video yang beredar, terlihat jelas ketegangan antara kedua belah pihak. Adegan yang disensor menunjukkan momen tarik-menarik dan adu mulut yang intens. Sensor pada bagian krusial inilah yang membuat publik bertanya-tanya dan berspekulasi, apakah ada kekerasan fisik yang terjadi atau hanya sekadar perdebatan verbal yang memanas.
Polisi Lakukan Mediasi, Belum Ada Laporan Resmi
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepolisian Resor Pelalawan telah mengambil langkah dengan memanggil kedua belah pihak untuk melakukan mediasi. Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pelalawan, AKP Budi Santoso, menyatakan, “Kami sedang dalam tahap mediasi, mencoba mencari solusi damai. Belum ada laporan resmi terkait kekerasan fisik yang masuk ke pihak kami.”
Mediasi pertama yang diselenggarakan pada awal Maret 2026 dilaporkan belum membuahkan hasil. Kedua belah pihak masih bersikukuh dengan argumen dan tuntutan masing-masing. Rencananya, mediasi lanjutan akan kembali digelar dalam waktu dekat untuk mencari titik temu penyelesaian konflik keluarga ini.
Reaksi Warganet dan Sorotan Isu Keluarga
Video tersebut telah dibanjiri ribuan komentar dari warganet. Sebagian besar menyayangkan terjadinya konflik keluarga yang terekam dan tersebar luas di media sosial. Banyak pula yang menuntut kejelasan di balik adegan yang disensor, sementara beberapa netizen menunjukkan simpati kepada Ayu, mengingat statusnya sebagai anak tiri yang berjuang untuk haknya.
Kasus ini tidak hanya menjadi perbincangan hangat di media sosial, tetapi juga menyoroti isu-isu sensitif seperti sengketa warisan di daerah perkebunan dan dinamika kompleks dalam hubungan keluarga tiri. Diharapkan, mediasi yang dilakukan pihak kepolisian dapat segera menemukan jalan keluar yang adil bagi kedua belah pihak.
