PANDEGLANG – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Pengurus Cabang Kabupaten Pandeglang menggelar edukasi komprehensif mengenai pencegahan penyalahgunaan obat-obatan tertentu (OOT) dan prekursor. Kegiatan bertajuk BERSEMI Season 7 ini menyasar kalangan remaja di Panti Asuhan Hasanuddin Pandeglang pada Sabtu, 7 Maret 2026, dan diikuti puluhan anak asuh serta petugas panti dengan antusias.

Mengusung slogan “Kenali, Pahami, Cegah Penyalahgunaan untuk Generasi Sehat”, inisiatif ini bertujuan membekali generasi muda dengan pemahaman yang akurat tentang jenis-jenis obat yang rentan disalahgunakan. Para apoteker dari PC IAI Pandeglang tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga memfasilitasi dialog interaktif mengenai risiko konsumsi obat di luar indikasi medis.

Tanggung Jawab Profesi Tingkatkan Literasi Kesehatan

Ketua PC IAI Kabupaten Pandeglang, apt. Sumarlin, menegaskan bahwa edukasi ini merupakan wujud tanggung jawab profesi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan remaja.

“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas bulan Ramadhan, tapi merupakan ikhtiar kami sebagai tenaga kesehatan agar masyarakat, terutama Gen Z, mendapatkan informasi utuh tentang obat-obatan tertentu. Kami ingin mereka paham bahwa obat legal sekalipun bisa sangat berbahaya jika dikonsumsi tanpa pengawasan atau indikasi medis,” ujar Sumarlin di sela-sela acara.

Dalam sesi materi, peserta dikenalkan dengan berbagai golongan obat, mulai dari obat bebas hingga obat keras dan prekursor. Penjelasan lugas diberikan mengenai contoh obat seperti Trihexyphenidyl dan Tramadol, serta bahan prekursor seperti Pseudoefedrin yang umum ditemukan dalam obat flu. Dampak serius dari penyalahgunaan, seperti ketergantungan, gangguan organ hati, hingga risiko kematian akibat overdosis, turut disorot dalam presentasi yang dikemas dengan bahasa ringan namun informatif.

Pendekatan Inovatif dengan Moderator Muda

Uniknya, acara ini dimoderatori oleh apt. Irwandi Suherman, seorang tokoh muda Mathla’ul Anwar yang juga berprofesi sebagai apoteker. Kehadirannya berhasil menciptakan suasana diskusi yang lebih cair dan akrab dengan para remaja.

“Kami sengaja menghadirkan moderator yang dekat dengan dunia anak muda agar pesan-pesan kesehatan ini bisa diterima dengan baik, tanpa kesan menggurui,” tambah apt. Sumarlin, menjelaskan strategi komunikasi yang diterapkan.

Perwakilan Panti Asuhan Hasanuddin, Mu’an, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian para apoteker Pandeglang yang secara konsisten mengisi kegiatan di panti asuhannya. “Terima kasih banyak kepada Pengurus Apoteker Pandeglang. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk anak-anak kami. Semoga teman-teman apoteker selalu sehat dan tambah berkah,” ucap Mu’an di akhir acara.

Kegiatan edukasi ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dini di kalangan remaja untuk menjauhi penyalahgunaan obat dan mendorong mereka menjadi pelopor gaya hidup sehat di lingkungan masing-masing. Pesan penutup yang disampaikan dalam materi, “Kejahatan akan terus ada bukan karena banyaknya orang jahat, tapi karena diamnya orang baik,” menjadi pengingat penting bagi seluruh peserta.