Badan Siber dan Sandi Negara () kembali mengeluarkan peringatan keras terkait modus yang memanfaatkan konten viral. Terbaru, sebuah video berjudul ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial, disinyalir menjadi umpan bagi aksi phishing yang mengancam data pribadi pengguna internet.

Kepala BSSN, Letjen TNI (Purn.) Hinsa Siburian, dalam konferensi pers virtual pada Februari 2026, menyoroti peningkatan tren serangan siber semacam ini. “Pelaku kejahatan siber semakin canggih dalam memanipulasi emosi dan rasa penasaran publik. Modus video viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ adalah salah satu contoh terbaru yang sangat efektif menjerat korban,” tegas Hinsa.

Modus operandi penipuan ini cukup sederhana namun berbahaya. Pelaku menyebarkan tautan yang seolah-olah mengarah ke video viral tersebut melalui berbagai platform, mulai dari aplikasi pesan instan hingga media sosial. Ketika tautan tersebut diklik, korban tidak akan langsung dibawa ke video, melainkan diarahkan ke halaman login palsu yang menyerupai platform media sosial atau perbankan.

Data pribadi seperti nama pengguna, kata sandi, hingga kode OTP yang dimasukkan korban pada halaman palsu tersebut akan langsung terekam dan dicuri oleh pelaku. Dampaknya bisa sangat merugikan, mulai dari kehilangan akses akun media sosial, email, hingga yang paling fatal adalah pengurasan rekening bank.

Peningkatan Kasus Phishing dan Imbauan Kominfo

Laporan dari Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional (Pusopskamsinas) BSSN menunjukkan, sepanjang tahun 2025, terdapat lebih dari 120.000 insiden siber yang dilaporkan, dengan 45% di antaranya adalah serangan phishing. Angka ini diproyeksikan meningkat 15% pada kuartal pertama 2026, mengindikasikan bahwa masyarakat perlu lebih waspada.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga turut mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap tautan yang tidak dikenal. Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, pada Maret 2026, menegaskan, “Jangan mudah tergiur dengan judul sensasional. Selalu verifikasi sumber dan pastikan URL yang diakses adalah situs resmi. Phishing bisa berujung pada pencurian data pribadi hingga kerugian finansial.”

Langkah Pencegahan untuk Melindungi Diri

Untuk menghindari jebakan phishing, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Verifikasi Sumber: Selalu pastikan tautan berasal dari sumber yang terpercaya. Jika ragu, jangan pernah mengkliknya.
  • Periksa URL: Perhatikan alamat URL dengan saksama. Phisher sering menggunakan URL yang mirip dengan situs asli, namun ada perbedaan kecil.
  • Gunakan Autentikasi Dua Faktor (2FA): Aktifkan fitur 2FA pada semua akun penting Anda untuk lapisan keamanan tambahan.
  • Perbarui Perangkat Lunak Keamanan: Pastikan antivirus dan sistem operasi perangkat Anda selalu diperbarui.
  • Jangan Berikan Data Pribadi: Situs resmi tidak akan pernah meminta data sensitif seperti kata sandi atau OTP melalui tautan yang tidak terverifikasi.

Pihak berwenang terus berupaya memerangi kejahatan siber ini, namun kesadaran dan kehati-hatian masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus rantai penipuan phishing.