Sebuah rekaman video berdurasi sekitar lima menit yang menampilkan seorang pria mengenakan jaket ojek online (ojol) mendadak viral di berbagai platform media sosial. Video tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan hangat di X hingga aplikasi pesan instan.
Dalam potongan video yang beredar luas, terlihat seorang pria beratribut ojol berwarna hijau memasuki sebuah kamar. Ia kemudian disambut oleh seorang perempuan dewasa yang mengenakan pakaian berwarna cokelat.
Seiring dengan viralnya rekaman tersebut, muncul narasi yang menyebutkan bahwa lokasi perekaman berada di Samarinda, Kalimantan Timur. Namun, hingga saat ini, klaim mengenai lokasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Tidak ada informasi valid yang tersedia mengenai detail video, termasuk waktu kejadian, lokasi pasti, maupun alasan di balik perekaman.
Ketiadaan data yang jelas justru memicu berbagai spekulasi di ruang digital. Saraswati, seorang warga Samarinda, mengungkapkan kebingungan publik. “Kalau dilihat sekilas, tentu tidak tahu di mana video itu dibuat. Tapi waktu sudah viral, tiba-tiba ada sosok yang mengaku pemeran laki-laki membuat klarifikasi melalui tayangan siaran live di TikTok. Dia mengaku tidak tahu kalau direkam dan itu dilakukan di samarinda,” kata Saraswati.
Spekulasi semakin berkembang, bahkan mendorong sejumlah pengguna media sosial untuk mencari versi lengkap rekaman tersebut. “Kalau yang 16 menit sudah tersebar di X, sekarang warganet sibuk mencari potongan-potongan video lainnya,” tambah Saraswati.
Hingga berita ini diturunkan, Polresta Samarinda belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait video yang dinarasikan sebagai konten asusila tersebut. Penelusuran di sejumlah media nasional dan lokal kredibel juga belum menemukan fakta yang menguatkan klaim-klaim viral yang beredar. Publik diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
