LOMBOK TENGAH – Kampung Nelayan Merah Putih yang berlokasi di Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah resmi memulai operasionalnya secara bertahap. Fasilitas pabrik es menjadi bagian pertama yang kini telah aktif melayani kebutuhan nelayan setempat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Tengah, Nurjaman, pada Kamis (1/5/2026), menjelaskan bahwa proyek unggulan pemerintah pusat senilai Rp 22 miliar ini akan beroperasi secara progresif. “Yang sudah beroperasi di Kampung Nelayan Merah Putih tersebut pabrik es,” ujar Nurjaman.
Ia menambahkan, meskipun operasional penuh masih menunggu penyerahan pengelolaan resmi dari pemerintah pusat, penyerahan sementara telah dilakukan agar sebagian fasilitas dapat segera dimanfaatkan. “Penyerahan sementara dari pemerintah pusat ke pemda memang sudah dilakukan untuk kampung nelayan tersebut, agar beroperasi dan ada beberapa bagian yang ada di tempat sudah mulai beroperasi,” jelasnya.
Untuk fasilitas kastorit ikan (cold storage), Nurjaman menyebutkan bahwa pihaknya masih dalam tahap negosiasi dengan pihak ketiga yang akan mengelola. Hal ini mengingat kebutuhan listrik yang besar dan modal yang kuat untuk pengoperasian kastorit tersebut.
Ke depan, pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih akan dipercayakan kepada Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bilelando. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga telah meminta pemerintah daerah untuk menginventarisir seluruh fasilitas yang ada sebelum penyerahan penuh kepada koperasi.
Fasilitas Lengkap dan Dampak Ekonomi
Nurjaman merinci, banyak fasilitas lain yang akan segera beroperasi di kompleks kampung nelayan ini, termasuk bengkel kapal, kios, balai pelatihan, area kuliner, dan berbagai perangkat pendukung lainnya. Dengan beroperasinya seluruh fasilitas, kebutuhan tenaga kerja juga akan meningkat signifikan. “Pabrik es saja ada lima orang, belum lagi di bidang kuliner dan lainnya,” katanya, menggambarkan potensi penyerapan tenaga kerja.
Proyek yang digagas sebagai program Presiden Prabowo ini diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat nelayan di Lombok Tengah. Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, yang dikerjakan pada tahun anggaran 2025 dengan skema tahun jamak dari APBN, telah rampung dan melewati tahap Provisional Hand Over (PHO).
Fasilitas yang telah selesai dibangun oleh KKP RI meliputi balai pelatihan, bengkel, pasar ikan, kantor, tempat penyimpanan ikan, serta sarana pendukung lainnya. “Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI yang sudah selesai dikerjakan meliputi balai pelatihan, bengkel, pasar ikan, kantor dan tempat penyimpanan ikan serta sarana pendukung lainnya,” terang Nurjaman.
Dengan luas lahan sekitar 1 hektare, fasilitas yang dibangun terbilang lengkap. “Fasilitas yang dibangun terbilang lengkap dengan luas lahan sekitar 1 hektare, karena program ini dihajatkan oleh pemerintah pusat untuk mendorong produktivitas masyarakat perikanan yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Program ini bertujuan untuk mentransformasi wajah kampung nelayan dan pembudidaya tradisional menjadi lebih tertata dan modern. “Karena manfaatnya sangat banyak sehingga fasilitas yang dibangun dalam program itu sangat lengkap,” pungkas Nurjaman, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung sektor perikanan.
