Sebuah video yang menampilkan interaksi antara seorang perempuan dewasa dan anak perempuan di area kebun sawit mendadak viral di berbagai platform media sosial, khususnya TikTok, sejak awal Maret 2026. Video yang kemudian dikenal dengan istilah ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral TikTok’ ini memicu perdebatan sengit di kalangan warganet dan menarik perhatian aparat penegak hukum.

Penyelidikan Polda Sumatera Utara

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang melakukan penyelidikan awal terkait video tersebut. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Budi Santoso, menyatakan pihaknya tengah mendalami keaslian video, lokasi pasti kejadian, serta identitas pihak-pihak yang terlibat. “Kami sedang mengumpulkan informasi dan bukti untuk memastikan apakah ada unsur pidana, terutama terkait dugaan atau pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),” ujar Kombes Budi pada Jumat, 20 Maret 2026.

Dugaan awal mengindikasikan bahwa video tersebut direkam di salah satu wilayah perkebunan sawit di Sumatera Utara, dengan beberapa spekulasi mengarah ke Kabupaten Langkat atau Deli Serdang. Namun, pihak kepolisian belum memberikan detail pasti mengenai lokasi maupun identitas pemeran dalam video.

Desakan KPAI dan Kekhawatiran Psikolog

Komisi Perlindungan Anak Indonesia () turut menyoroti fenomena viral ini. Komisioner KPAI Bidang Perlindungan Anak, Dr. Seto Mulyadi, mendesak kepolisian untuk bertindak cepat dan transparan. “Jika terbukti ada eksploitasi atau pelanggaran hak anak, pelaku harus ditindak tegas. KPAI juga mengingatkan masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan konten yang berpotensi merugikan anak,” tegas Dr. Seto.

Sementara itu, psikolog anak Dr. Retno Lestari mengungkapkan kekhawatirannya mengenai dampak psikologis jangka panjang pada anak yang menjadi objek konten viral. “Anak-anak sangat rentan terhadap stigma dan tekanan sosial dari paparan digital yang masif. Terlepas dari konteks video, keterlibatan anak dalam konten viral semacam ini bisa meninggalkan trauma mendalam,” jelasnya.

Kontroversi dan Imbauan Publik

Video tersebut memicu beragam reaksi di media sosial. Sebagian besar warganet mengecam keras tindakan yang diduga sebagai eksploitasi anak demi konten, sementara sebagian lainnya menduga video tersebut hanyalah rekayasa atau bagian dari drama keluarga yang sengaja diunggah untuk mencari popularitas. Tagar #IbuTiriVsAnakTiri dan #KebunSawitViral menjadi topik hangat yang banyak dibicarakan.

Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan video tersebut lebih lanjut. Tindakan ini penting untuk menjaga privasi pihak-pihak yang terlibat, terutama anak-anak, serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Penegak hukum akan terus memantau perkembangan kasus ini dan mengimbau publik untuk menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang.