Kenaikan harga tiket penerbangan umrah yang signifikan akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah kini membebani calon jemaah asal Indonesia. Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) mendesak pemerintah untuk segera turun tangan memfasilitasi dialog dengan maskapai.

Biaya operasional pesawat yang membengkak, dipicu oleh perubahan rute penerbangan dan peningkatan asuransi keamanan, menjadi penyebab utama melambungnya harga tiket. Kondisi ini dikhawatirkan akan menggagalkan impian masyarakat kelas menengah yang telah menabung bertahun-tahun untuk beribadah ke Tanah Suci.

Ketua Litbang DPP AMPHURI, Ulul Albab, menegaskan bahwa seluruh beban kenaikan biaya ini tidak boleh ditimpakan sepenuhnya kepada jemaah dan biro perjalanan. Menurutnya, mekanisme pasar murni tidak bisa menjadi satu-satunya acuan dalam pelayanan ibadah yang memiliki dimensi sosial-keagamaan.

“Travel umrah sekarang terjepit. Menaikkan harga secara ekstrem akan merusak kepercayaan pasar, tapi menyerap kenaikan tiket terus-menerus jelas mustahil bagi margin bisnis mereka,” ujar Ulul dalam analisis tertulisnya, Jumat (8/5).

Menyikapi situasi darurat ini, AMPHURI mengusulkan agar pemerintah segera memfasilitasi forum khusus yang mempertemukan asosiasi dengan maskapai penerbangan. Transparansi komponen biaya menjadi krusial untuk mencegah kenaikan harga yang sepihak atau berlebihan (over pricing).

Lima Poin Penting untuk Ekosistem Umrah Nasional

Ulul Albab menawarkan lima poin penting untuk menyehatkan kembali ekosistem umrah nasional:

  • Kuota Seat Khusus: Pemerintah perlu mendorong maskapai menyediakan skema harga khusus berbasis volume bagi penyelenggara resmi, tidak sekadar mengikuti harga fluktuatif pasar reguler.
  • Kontrak Jangka Panjang: Mendorong adanya block seat kolektif atau kontrak tahunan guna meredam gejolak harga yang mendadak.
  • Diplomasi Aviasi: Membuka lebih banyak alternatif maskapai internasional agar persaingan harga lebih kompetitif.
  • Insentif Bandara: Memberikan kemudahan biaya bandara atau slot penerbangan khusus umrah selama masa krisis.
  • Negosiasi Kolektif: AMPHURI secara internal akan mengonsolidasikan keberangkatan anggota agar memiliki posisi tawar lebih kuat di hadapan maskapai.

Ulul mengingatkan bahwa rute penerbangan menuju Arab Saudi memiliki dimensi sosial-keagamaan yang kental bagi jutaan umat Islam di Indonesia. Ia berharap maskapai tidak hanya melihat ini sebagai komoditas komersial semata, melainkan bagian dari pelayanan umat.

“Solusinya adalah berbagi beban, bukan memindahkan beban ke pihak yang paling bawah. Kita butuh keadilan agar industri tetap sehat dan jemaah tetap bisa beribadah,” tegas akademisi sekaligus analis kebijakan publik tersebut. Tanpa intervensi nyata, dikhawatirkan akan terjadi ketimpangan hebat dalam rantai ekosistem umrah yang berujung pada kerugian massal di sisi jemaah.