Klub malam Vault Bali akhirnya buka suara menanggapi viralnya pengakuan selebgram Shelley Soju yang mengaku keracunan minuman Azul diduga oplosan. Namun, klarifikasi resmi dari manajemen Vault justru memicu reaksi keras dari Shelley Soju, yang menuntut permintaan maaf atas insiden tersebut.

Sebelumnya, Shelley Soju mengunggah video yang menunjukkan dirinya dan rekannya berada di UGD Siloam Medika Canggu. Ia mengaku mengalami sakit perut hebat, sementara temannya mengalami rabun mata hingga penglihatannya berkabut putih, setelah mengonsumsi minuman berjenis Azul atau Clase Azul di Vault Bali.

“Gua mau UGD karena perut gua sakit minum palsu di Vault. Dan mata gua rabun. Mata temen gua rabun,” ujar Shelley dalam video yang kemudian viral di media sosial.

Vault Bali Bantah Jual Minuman Oplosan

Menanggapi tuduhan tersebut, manajemen Vault Bali mengeluarkan pernyataan resmi. Pihak klub malam yang telah beroperasi lebih dari enam tahun di Bali itu membantah tegas tuduhan menjual minuman palsu atau oplosan.

“Sehubungan dengan unggahan yang beredar di media sosial, kami menyampaikan pernyataan resmi sebagai berikut. Vault Bali telah beroperasi di Bali selama lebih dari 6 tahun dan tidak pernah dengan sengaja menjual minuman palsu, oplosan, ataupun produk yang dimanipulasi dalam bentuk apa pun,” demikian bunyi pernyataan resmi Vault Bali.

Manajemen menjelaskan bahwa seluruh produk alkohol yang disajikan dibeli langsung dari distributor berizin dan diakui secara nasional di Indonesia. “Kami menerima barang dalam kondisi tersegel sebagaimana dikirimkan oleh supplier dan mengacu pada dokumen legalitas, standar kepatuhan, serta jaminan keaslian yang diberikan oleh pihak distributor,” tambah pihak Vault.

Vault juga menegaskan bahwa mereka hanyalah pembeli dari distributor resmi dan tidak pernah memproduksi, mengubah, membuka, ataupun memodifikasi isi botol tersegel dalam kapasitas apa pun. Terkait insiden yang dialami Shelley, manajemen mengungkapkan bahwa tim mereka langsung mengganti botol tersebut dengan botol baru yang masih tersegel saat keluhan disampaikan di lokasi.

Sebagai tindak lanjut, pihak Vault telah membuat berita acara internal dan melakukan pelaporan resmi kepada pihak distributor. “Botol yang dikomplain telah kami amankan dan akan dikembalikan untuk proses pengecekan serta verifikasi batch lebih lanjut. Kami sangat serius dalam menjaga integritas produk dan keamanan tamu,” jelas manajemen.

Di akhir pernyataannya, Vault Bali menegaskan bahwa segala tuduhan menjual produk tidak asli adalah tidak berdasar. “YANG MENGENAL VAULT, MENGETAHUI STANDAR KAMI,” tutup pernyataan tersebut.

Shelley Soju Kecam Klarifikasi Tanpa Permintaan Maaf

Klarifikasi Vault Bali yang bernada pembelaan diri dan tidak memuat permintaan maaf itu langsung mendapat respons keras dari Shelley Soju. Melalui unggahan balasan, ia mengkritik tajam cara manajemen Vault dalam menangani masalah tersebut.

“@vault.bali team PR dan Risk Management kalian siapa ya? ini serius cara kalian mengklarifikasi masalah se serius ini kaya gini? ini bahasa yg kalian pilih?” tulis Shelley dengan nada kesal.

Ia menegaskan bahwa urusan internal antara pihak Vault dengan distributor atau supplier sama sekali bukan urusan konsumen yang telah dirugikan.

“Urusan internal kalian antara distributor / supplier / kesalahan operasional dll BUKAN URUSAN KAMI SEBAGAI KONSUMEN!” tegasnya.

Shelley kemudian melontarkan dua pertanyaan kritis yang menurutnya luput dari klarifikasi Vault.

“MANA PERMINTAAN MAAF TERHADAP KAMI YANG DIRUGIKAN??” tanya Shelley. “kenapa isi dari klarifikasi ini kalian yang merasa dirugikan integritasnya padahal kalian yang merugikan kami?” tambahnya. “You ruined our experience, and this is the accountability we get?” tulisnya mengakhiri kecaman.

Sebagai informasi, Azul atau Clase Azul adalah minuman tequila ultra-premium asal Meksiko yang dikenal dengan harga fantastis, bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah per botolnya.

sumber gambar: gesit.id