Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Widya Nusantara (UWN) Palu memberikan edukasi perawatan kaki kepada puluhan lansia penderita diabetes melitus (DM) di Kelurahan Lere, Kota Palu, Kamis (21/5/2026). Kegiatan ini bertujuan mencegah risiko luka dan komplikasi serius akibat penyakit tersebut.
Ketua Tim Hibah Pengabdian Masyarakat UWN Palu, Elin Hidayat, menjelaskan bahwa luka pada penderita diabetes sangat berisiko berkembang menjadi kondisi serius jika tidak ditangani sejak dini. “Hari ini kami melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat terkait bagaimana cara mencegah jangan sampai terjadi luka pada pasien dengan diabetes melitus, karena kita ketahui bersama bahwa luka yang terjadi akibat penyakit diabetes melitus itu sangat sulit sembuh,” tegas Elin di Palu, Sulawesi Tengah.
Pentingnya Perawatan Mandiri dan Pencegahan
Elin memaparkan, luka pada penderita diabetes seringkali berawal dari luka kecil yang kemudian membesar dan sulit ditangani apabila pasien tidak melakukan perawatan yang tepat. Oleh karena itu, tim PKM menekankan pentingnya menjaga kebersihan kaki, pemeriksaan kaki secara rutin, serta menjaga pola makan untuk mengontrol kadar gula darah.
“Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk membantu masyarakat, kita melakukan penyuluhan, melakukan pencegahan, dan kemudian kita berikan alat-alat yang digunakan untuk mereka di rumah dalam mencegah luka diabetes,” imbuhnya.
Program ini menyasar seluruh penderita diabetes melitus, meskipun mayoritas peserta yang hadir adalah kelompok lansia, mengingat diabetes melitus tipe dua banyak dialami oleh usia lanjut.
Prevalensi Diabetes di Kelurahan Lere Meningkat
Kelurahan Lere dipilih sebagai lokasi program karena prevalensi penderita diabetes di wilayah tersebut terus meningkat setiap tahun. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palu, jumlah penderita diabetes di Kelurahan Lere per 2025 tercatat lebih dari seribu orang.
Program pendampingan ini akan berlangsung selama enam bulan. Tahap awal meliputi skrining kesehatan, penyuluhan, dan pembagian alat perawatan mandiri. Selanjutnya, tim akan melakukan pemantauan rutin terhadap peserta program.
“Bulan kedua, ketiga, sampai bulan keenam kita akan observasi terus, kita akan pantau terus selama enam bulan itu jangan sampai terjadi luka pada pasien-pasien dengan diabetes melitus,” jelas Elin.
Melalui edukasi dan pendampingan ini, masyarakat penderita diabetes melitus diharapkan semakin memahami pentingnya perawatan mandiri guna menekan risiko komplikasi.
Dukungan dan Manfaat Program
Sebanyak 40 pasien diabetes melitus menjadi sasaran pendampingan dalam program ini. Kegiatan yang bekerja sama dengan Posyandu Lansia Kelurahan Lere ini juga dirangkaikan dengan pemberian alat perawatan mandiri bagi pasien diabetes, seperti buku log harian, cermin, salep, sabun, senter, kikir kaki, dan gunting kuku.
Kegiatan ini mendapat dukungan hibah Pengabdian Kepada Masyarakat dari Kemendiktisaintek melalui DPPM LLDIKTI Wilayah XVI.
Risman, salah seorang warga Kelurahan Lere, mengaku edukasi yang diberikan sangat membantu masyarakat memahami cara pencegahan komplikasi penyakit diabetes, khususnya terkait pola makan dan perawatan kaki. “Kalau penyuluhannya itu memang bagus, karena kami masyarakat awam kan banyak yang belum tahu. Dengan adanya penyuluhan seperti ini itu sangat membantu masyarakat untuk menyembuhkan atau mengatasi masalah penyakit diabetes tadi,” ungkap Risman.
