JAKARTA – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, tidak bisa menyembunyikan kekecewaan mendalam yang dirasakan timnya setelah dipastikan gagal meraih gelar juara Super League 2025/2026. Skuad Macan Kemayoran harus menerima kenyataan pahit finis di posisi ketiga, jauh dari ekspektasi tinggi publik ibu kota yang mengidamkan trofi.

Kekecewaan Mendalam di Kubu Persija

Dalam konferensi pers jelang laga kontra Persik Kediri pada Jumat, 15 Mei 2026, Souza mengakui bahwa seluruh elemen tim terpukul berat atas kegagalan ini. Target utama untuk menjadi kampiun musim ini telah meleset, meninggalkan luka yang dalam bagi para pemain dan staf pelatih.

“Tanpa ragu sedikit pun bahwa kami semua cukup terpukul karena tidak berhasil mencapai target pertama. Kami yakin bahwa kami seharusnya bisa berada di posisi yang lebih baik di klasemen ini,” ujar Mauricio Souza, pelatih asal Brasil tersebut, dengan nada kecewa.

Tekad Bangkit di Sisa Laga

Meski dihantam tekanan dan kritik dari berbagai arah, Souza menegaskan bahwa Persija tidak akan menyerah begitu saja. Timnya masih memiliki dua pertandingan tersisa di musim ini, termasuk duel penting melawan Persik Kediri yang dijadwalkan pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Pelatih berusia 52 tahun itu menekankan pentingnya menutup musim dengan kemenangan demi menjaga harga diri dan martabat klub. Kemenangan di sisa laga diharapkan dapat menjadi suntikan moral bagi tim untuk menatap musim depan dengan lebih baik.