Sriwijaya Air resmi melakukan pendaratan perdana di Bandara Maleo Morowali, Sulawesi Tengah, pada Sabtu, 14 Februari 2026. Peristiwa ini menandai momentum penting dalam upaya memperkuat konektivitas daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menegaskan bahwa penerbangan perdana ini merupakan jawaban atas harapan masyarakat Morowali dan Morowali Utara yang telah lama mendambakan akses transportasi udara yang lebih mudah dan terjangkau. “Ini adalah doa masyarakat Morowali dan Morowali Utara yang hari ini terjawab. Dengan hadirnya Sriwijaya Air, akses transportasi udara kita semakin baik dan semakin terjangkau,” ujar Iksan dalam keterangannya di Palu, Sabtu.

Menurut Iksan, peresmian pendaratan dan lepas landas perdana pesawat Sriwijaya Air di Bandara Maleo Morowali menjadi tonggak penting dalam meningkatkan pelayanan transportasi udara yang merata, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Konektivitas udara yang semakin terbuka ini diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan mobilitas penduduk.

Sebelumnya, masyarakat sering mengeluhkan harga tiket pesawat yang dapat mencapai hingga Rp2 juta. Namun, dengan kehadiran Sriwijaya Air, harga tiket kini berhasil ditekan menjadi sekitar Rp900 ribu. “Alhamdulillah, Sriwijaya mampu menekan harga tiket menjadi sekitar Rp900 ribu. Ini tentu sangat membantu masyarakat,” kata Iksan.

Pemerintah daerah juga aktif mendorong penambahan rute penerbangan guna memperluas konektivitas wilayah. Morowali Utara mengusulkan rute langsung menuju Manado, sementara Pemerintah Kabupaten Morowali mengusulkan penerbangan ke Palu serta penambahan jadwal ke Kendari. “Untuk informasi, nanti Morowali Utara minta ada penerbangan sampai Manado. Nah, saya juga meminta ada penerbangan sampai Palu dan ditambah nanti akan ada penerbangan ke Kendari,” jelasnya.

Pengembangan rute-rute tersebut dinilai krusial untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, mendukung arus investasi, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Morowali dan sekitarnya.