Kekecewaan melanda suporter Persija Jakarta, The Jakmania, setelah duel klasik melawan Persib Bandung kembali dipindahkan dari ibu kota. Laga yang seharusnya menjadi ajang unjuk gigi di kandang sendiri itu kini harus digelar di Stadion Segiri, Samarinda, memicu protes keras dari basis pendukung Macan Kemayoran.

Ratusan anggota The Jakmania memadati markas latihan Persija di Depok pada Jumat pagi (8/5/2026). Sejak pukul 08.00 WIB, mereka telah berdatangan, menunggu sesi latihan tim berakhir sebelum akhirnya masuk ke lapangan. Nyanyian, orasi, dan teriakan dukungan menggema, namun kali ini diselimuti nada kekecewaan yang sulit disembunyikan.

Ronaldo Marcofan Basten, Korwil The Jakmania Kebagusan, menyuarakan kekecewaan tersebut. “Saya mewakili teman-teman yang ada di sini, di rumah, dan yang sedang bekerja. Kekecewaan kami jelas, kami selalu dipersulit saat melawan Persib di Jakarta,” tegas Ronaldo.

Bagi The Jakmania, kepindahan venue ke Samarinda terasa seperti luka lama yang terus dibuka. Sejak tahun 2019, Persija Jakarta tak pernah lagi benar-benar menjamu Persib Bandung di ibu kota. Laga yang seharusnya berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) itu lagi-lagi harus dipindahkan, kali ini dengan alasan keamanan yang tidak dijelaskan secara rinci kepada publik.

Keputusan ini menambah daftar panjang “drama” yang kerap menyertai pertemuan dua rival abadi sepak bola Indonesia tersebut, membuat para suporter merasa hak mereka untuk mendukung tim kesayangan di kandang sendiri terus diabaikan.