Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program UPI Berdampak LIMAR (Listrik Mandiri Rakyat). Pekan lalu, UPI menyalurkan bantuan panel listrik tenaga surya tambahan bagi warga prasejahtera di Desa Mekarsari, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari inisiatif sebelumnya, sekaligus menjadi momen monitoring dan evaluasi pemanfaatan panel surya yang telah digunakan warga selama enam bulan terakhir. Rektor UPI, Didi Sukyadi, bersama Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu, Vanessa Gaffar, meninjau langsung kondisi panel surya dan berdialog dengan warga penerima manfaat.
“Program LIMAR merupakan inisiatif pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan akses energi bagi keluarga prasejahtera yang belum memiliki penerangan listrik memadai. Melalui pemasangan panel listrik tenaga surya, warga kini dapat memanfaatkan sumber energi ramah lingkungan untuk kebutuhan penerangan rumah tangga,” jelas Didi Sukyadi.
Didi juga menekankan pentingnya perawatan. “Panel surya ini harus dirawat agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Mudah-mudahan dengan adanya penerangan ini warga bisa beraktivitas pada malam hari sehingga menjadi lebih produktif,” tambahnya.
Pemasangan Panel Surya dan Bantuan Lain
Selain meninjau panel yang sudah terpasang, Rektor Didi Sukyadi juga menyaksikan langsung pemasangan panel surya di rumah warga yang sebelumnya belum memiliki akses listrik. Dalam kesempatan tersebut, ia juga meninjau kondisi tempat tinggal warga penerima bantuan.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, Didi menilai sebagian rumah warga berada dalam kondisi yang memerlukan perhatian lebih. “Setelah melihat kondisi di lapangan, kami menilai ada rumah warga yang tidak layak huni. Kami akan menyiapkan anggaran renovasi agar warga dapat tinggal di rumah yang lebih layak,” ucapnya, seraya berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk dukungan renovasi.
Tak hanya bantuan energi dan rencana renovasi rumah, UPI juga akan membantu penyediaan pengeras suara masjid bagi warga setempat. Hal ini menyusul temuan bahwa suara azan belum terdengar dengan jelas di sebagian wilayah tersebut.
Program LIMAR diharapkan tidak hanya menghadirkan solusi energi, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Ini mencakup akses energi bersih berbasis tenaga surya, peningkatan kualitas hidup keluarga prasejahtera, pengembangan teknologi energi berkelanjutan di pedesaan, serta pendidikan yang berkualitas karena penerangan listrik memungkinkan anak-anak belajar pada malam hari.
Bingkisan Lebaran dan Komitmen Berkelanjutan
Sebagai bagian dari kegiatan ini, Rektor UPI turut menyerahkan bingkisan Lebaran kepada warga penerima bantuan LIMAR. Melalui monitoring dan evaluasi ini, UPI menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi warga di daerah dengan keterbatasan akses infrastruktur dasar.
Program LIMAR diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemangku kepentingan dalam menghadirkan solusi teknologi berkelanjutan yang berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat.
