Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau. Hingga Rabu (18/3/2026) pukul 16.00 WIB, tercatat sebanyak 113 titik panas tersebar di wilayah ini, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Mari Frystine, merinci sebaran titik panas tersebut. Kabupaten Bengkalis menyumbang 36 titik, diikuti Kota Dumai dengan 32 titik, Rokan Hilir 20 titik, Pelalawan 17 titik, dan Siak 5 titik. Sementara itu, wilayah Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, dan Kampar masing-masing terpantau memiliki satu titik panas.

“Jumlah tersebut berdasarkan pembaruan data hingga Rabu (18/3) pukul 16.00 WIB,” ujar Mari dalam keterangan resminya di Pekanbaru.

Riau Tertinggi di Sumatra

Secara keseluruhan, Pulau Sumatra mendeteksi total 198 titik panas, di mana Provinsi Riau menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak. Provinsi lain yang turut terpantau memiliki titik panas antara lain Kepulauan Riau (27), Aceh (20), Sumatera Selatan (11), Kepulauan Bangka Belitung (10), Jambi (8), dan Sumatera Utara (4). Sedangkan Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung menunjukkan aktivitas titik panas yang relatif lebih rendah.

Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Di tengah meningkatnya suhu dan jumlah titik panas, tim gabungan terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di beberapa titik di Riau. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Provinsi Riau, Jim Gafur, mengonfirmasi bahwa saat ini terdapat dua titik api aktif di Kabupaten Bengkalis.

“Pertama, di Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, Bengkalis. Kondisi masih ada titik api dan dilakukan pemadaman,” jelas Jim.

Selain Bengkalis, titik kebakaran juga terpantau di Kabupaten Pelalawan, tepatnya di Desa Pangkalan Terap. Kota Dumai juga menghadapi dua lokasi kebakaran di Kelurahan Teluk Makmur dan Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai. Di Kabupaten Rokan Hilir, satu titik api di Kepenghuluan Rantau Bais juga tengah dalam penanganan serius.

“Kondisi saat ini masih ada titik api dan sedang dilakukan pemadaman serta penyekatan titik api supaya tidak meluas,” pungkasnya.