Sejumlah peristiwa penting mewarnai awal pekan di Indonesia, Senin (2/3). Kabar duka menyelimuti Tanah Air dengan wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno. Di sisi lain, Pemerintah Kota Mataram memastikan tidak ada kebijakan bekerja dari rumah (WFH) bagi ASN selama libur Lebaran, sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Nusa Tenggara Barat.
Wakil Presiden Ke-6 RI Try Sutrisno Wafat di RSPAD Gatot Soebroto
Kabar duka menyelimuti Indonesia dengan wafatnya Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Try Sutrisno. Beliau menghembuskan napas terakhir pada Senin pagi (2/3) sekitar pukul 07.00 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.
Informasi mengenai wafatnya Try Sutrisno pertama kali tersebar melalui pesan berantai yang dikirimkan atas nama keluarga dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Kabar duka ini kemudian dibenarkan oleh beberapa pejabat di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Pemerintah Kota Mataram Tiadakan WFH untuk ASN Selama Libur Lebaran
Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memutuskan untuk tidak memberlakukan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) selama periode libur Lebaran atau Idul Fitri 1447 Hijriah. Keputusan ini diambil meskipun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) telah menyampaikan opsi WFH untuk mengurai kemacetan arus mudik dan balik.
Kepala Bagian Organisasi dan Tata Kelola (Ortal) Setda Kota Mataram, Arifuddin, menjelaskan alasan di balik kebijakan tersebut pada Senin (2/3). “Meski pemerintah pusat melalui Kemenpan-RB sudah menyampaikan WFH untuk mengurai kemacetan arus mudik dan balik, kami di Mataram memilih untuk tetap masuk seperti biasa secara fisik di kantor,” tegas Arifuddin.
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di NTB hingga 8 Maret
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Prakiraan cuaca menunjukkan adanya hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang.
Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG NTB, Rafa Zafirah Istiqomah, menyatakan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung selama sepekan ke depan, yakni mulai tanggal 2 hingga 8 Maret 2026.
Kajati NTB Tunggu Fakta Baru Persidangan untuk Pengembangan Kasus Gratifikasi DPRD
Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat, Wahyudi, menegaskan bahwa pengembangan kasus gratifikasi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB, khususnya terkait potensi penerima suap, masih menunggu fakta-fakta baru yang terungkap dalam persidangan. Saat ini, tiga terdakwa dari kalangan legislator tengah menjalani proses hukum.
“Kita masih menunggu (fakta persidangan). Ini (sidang) ‘kan masih (berjalan). Makanya, kita lihat nanti,” ujar Wahyudi di Mataram, Senin (2/3), menyoroti pentingnya bukti yang muncul di pengadilan untuk langkah hukum selanjutnya.
Idul Fitri 2026 Tinggal 18-19 Hari Lagi, Ramadan 1447 H Memasuki Akhir
Umat Islam di Indonesia kini semakin mendekati hari kemenangan Idul Fitri 2026 M atau 1 Syawal 1447 H. Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah telah memasuki pertengahan akhir, menandakan berakhirnya periode puasa.
Berdasarkan perhitungan kalender per Senin, 2 Maret 2026, umat Islam diperkirakan hanya tinggal sekitar 18 hingga 19 hari lagi untuk menyambut hari raya Lebaran.
sumber gambar: gesit.id 