Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin memulai rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Kamis (19/2/2026). Kegiatan perdana yang bertempat di Masjid Al Mukhlisuun Perumahan Wilis Indah II ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah.
Dalam kesempatan tersebut, semangat berbagi juga diwujudkan melalui penyerahan santunan kepada 16 anak yatim di Kecamatan Mojoroto. Santunan ini diberikan oleh Dinas Sosial dan Baznas Kota Kediri, menunjukkan kepedulian sosial pemerintah daerah di bulan penuh berkah.
Gus Qowim Gaungkan Pendidikan Jiwa dan Pengendalian Diri
Qowimuddin, yang akrab disapa Gus Qowim, menuturkan bahwa bulan Ramadan merupakan periode penting untuk pendidikan jiwa dan perilaku manusia. Ia menekankan bahwa Ramadan mengajarkan umat Islam untuk menahan diri, tidak hanya dari lapar dan dahaga, tetapi juga dari sikap berlebih-lebihan dalam konsumsi.
“Seringkali saat memasuki bulan puasa, pola konsumsi justru meningkat. Belanja menjadi lebih banyak, menu berbuka semakin beragam, bahkan terkadang berujung pada pemborosan dan makanan terbuang. Padahal esensi Ramadan adalah kesederhanaan dan pengendalian diri,” ujar Gus Qowim.
Oleh karena itu, Wakil Wali Kota Kediri mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Mojoroto untuk menjadikan Ramadan sebagai momen pembelajaran. Masyarakat diimbau untuk berbelanja secara bijak, sesuai kebutuhan, menghindari panic buying, dan tidak berlebihan. Pemerintah Kota Kediri sendiri terus memantau ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok di pasar-pasar guna menjaga ketenangan masyarakat.
Selain itu, Gus Qowim juga berpesan agar selama berpuasa, masyarakat selalu memperhatikan pola makan yang sehat dan bergizi saat sahur maupun berbuka. Pemilihan menu yang seimbang penting agar tubuh tetap kuat menjalankan ibadah, dan anak-anak dapat tumbuh sehat meskipun sedang berpuasa.
“Di samping itu, jangan lupa untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, baik melalui sedekah, infak, maupun zakat. Dari sinilah terbangun masyarakat yang kuat, solid, dan penuh empati,” terangnya.
Mengakhiri sambutannya, Gus Qowim berharap Safari Ramadan ini dapat menjadi ruang untuk menguatkan ukhuwah, mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Ia juga berharap kegiatan ini memperkuat komitmen bersama dalam membangun Kota Kediri yang MAPAN, akronim dari Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan NgangenI.
“Semoga puasa kita diterima Allah SWT dan Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi keluarga dan kota yang kita cintai,” tutupnya.
