Universitas Mataram (Unram) membantah tegas keterlibatan mahasiswinya dalam video viral berdurasi 17 menit yang dikenal sebagai ‘Teh Pucuk Lombok’. Pihak kampus memastikan perempuan dalam rekaman tersebut bukan mahasiswi Unram, apalagi peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lombok Timur.
Video “Teh Pucuk Lombok 17 Menit” Guncang Media Sosial
Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video viral yang disebut ‘Teh Pucuk Lombok 17 Menit’. Rekaman ini dengan cepat menyebar di berbagai platform seperti Facebook, X, Instagram, hingga TikTok, memicu rasa penasaran dan perdebatan di kalangan warganet.
Video tersebut diklaim menampilkan sosok mahasiswi yang disebut-sebut mirip dengan salah satu peserta KKN Universitas Mataram di Lombok Timur. Narasi yang menyertainya terkesan sensasional, menyebutkan adanya adegan tak biasa yang dilakukan dua mahasiswa di dalam kamar saat menjalani program KKN.
Isu ini sontak menuai reaksi keras dari warganet. Pasalnya, kegiatan KKN merupakan program pengabdian kepada masyarakat, sehingga kemunculan video yang bertolak belakang dengan tujuan mulia tersebut dianggap tidak pantas dan mencoreng nama baik institusi pendidikan.
Isi Video dan Kejanggalan yang Dipertanyakan
Dalam potongan video yang beredar, terlihat seorang perempuan berkacamata tanpa kerudung berada di sebuah kamar bersama seorang pria yang wajahnya tidak terlihat jelas. Pada awal rekaman, keduanya tampak mengobrol secara normal.
Namun, beberapa menit kemudian, adegan berubah menjadi aktivitas yang oleh warganet diinterpretasikan sebagai pasangan mesra. Kamar dengan bantal dan sprei berwarna merah menjadi latar belakang yang sering disebut oleh netizen.
Pada versi video dengan durasi terpanjang, pria tersebut terlihat menuangkan cairan dari botol Teh Pucuk ke dalam gelas kecil, lalu memberikannya kepada perempuan di sampingnya. Keanehan ini memicu pertanyaan warganet mengenai isi sebenarnya dari botol tersebut, apakah benar-benar teh atau cairan lain.
Klarifikasi Tegas dari Pihak Universitas Mataram
Tersebarnya link video viral ‘Teh Pucuk Lombok 17 Menit’ terbukti telah menimbulkan kepanikan di kalangan warga Nusa Tenggara Barat (NTB). Menanggapi keresahan yang menyeret nama mahasiswa Unram, pihak kampus akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unram, Joko Jumadi, menegaskan bahwa perempuan dalam video tersebut bukan mahasiswa Unram dan bukan peserta KKN di Lombok Timur. Ia juga menjelaskan bahwa video itu adalah rekaman lawas yang sudah beredar sejak September 2025, jauh sebelum pelaksanaan KKN.
Pernyataan Joko Jumadi diperkuat dengan beberapa fakta penting. Pertama, logat perempuan dalam video tidak menunjukkan ciri khas daerah NTB. Kedua, wajah perempuan dalam video sangat berbeda dengan wajah mahasiswi Unram yang disebut-sebut sebagai pelaku, dengan kemiripan hanya pada penggunaan kacamata.
Dampak Psikologis pada Mahasiswi yang Terseret Isu
Mahasiswi Unram yang namanya terseret dalam isu ini mengaku mengalami tekanan psikologis yang berat. Ia merasa stres, panik, bahkan takut untuk keluar rumah karena khawatir dikenali orang dan menjadi sasaran hujatan. Keluarga dan teman-temannya juga ikut terdampak oleh isu yang tidak benar ini.
Pihak kampus Unram telah memberikan pendampingan psikologis untuk memastikan kondisi mental mahasiswi tersebut tetap terjaga di tengah badai informasi yang menyesatkan.
