Masyarakat Malaysia ramai-ramai mendesak pemerintah untuk memulangkan tiga gajah asal Malaysia, Dara, Amoi, dan Kelat, dari Jepang. Desakan ini muncul setelah kekhawatiran publik atas kondisi ketiga satwa tersebut di Negeri Sakura yang dinilai tidak layak.

Keresahan publik Negeri Jiran disuarakan melalui media sosial, menyusul beredarnya video yang memperlihatkan ketiga gajah tersebut berjalan di sebuah kebun binatang. Netizen Malaysia menilai gajah-gajah itu tampak tertekan, bahkan ada dugaan gading salah satu gajah patah akibat tersangkut di struktur kandang karena stres.

Menanggapi desakan tersebut, Kementerian Sumber Asli dan Kelestarian Alam (NRES) Malaysia mengambil sikap. Menteri Sumber Asli dan Kelestarian Alam Malaysia, Dato’ Sri Arthur Joseph Kurup, menyatakan, “NRES amat menghargai keprihatinan rakyat Malaysia terhadap Gajah Dara, Amoi dan Kelat yang mencerminkan kasih sayang terhadap khazanah alam negara.”

Arthur menjelaskan bahwa kementeriannya bukan pihak yang menandatangani pengiriman ketiga gajah itu ke Jepang. Pengiriman tersebut dilakukan pada 10 Maret 2026 melalui mekanisme business-to-business (B2B) antara Zoo Taiping & Night Safari (ZTNS) di Perak, Malaysia, dengan Tennoji Zoo di Osaka, Jepang, dengan tujuan konservasi.

Meskipun demikian, Arthur menegaskan bahwa kementeriannya tidak akan berkompromi dalam hal kesejahteraan satwa liar asal Malaysia. Ia pun mendorong manajemen ZTNS untuk segera memulai negosiasi dengan Tennoji Zoo guna menilai kebutuhan serta mekanisme pemulangan gajah-gajah tersebut ke Malaysia.

Beberapa netizen Malaysia juga menyuarakan bahwa ketiga gajah itu “bukan objek uji coba, objek diplomatik atau objek tontonan,” menekankan pentingnya perlakuan etis terhadap satwa.