PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah bersama lembaga edukasi dan literasi Hannah Asa Indonesia menggencarkan program edukasi keuangan bagi generasi muda. Kegiatan bertajuk “Shaping a Financially Smart Generation” ini digelar di Palu pada Rabu, 20 Mei 2026, dengan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah dan Stockbit.

Pendiri Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, di Palu, Rabu (20/5), menyatakan bahwa tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan lagi sekadar memperoleh penghasilan, melainkan bagaimana mengelola keuangan secara bijak. “Hari ini kita tidak hanya berbicara tentang uang. Kita sedang berbicara tentang bagaimana membentuk generasi yang mampu mengambil keputusan finansial secara bijak,” kata Mardiyah.

Kegiatan ini merupakan upaya untuk memperkuat literasi dan kesadaran finansial generasi muda di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital. Mardiyah menjelaskan, kemudahan akses layanan keuangan, meningkatnya konsumsi digital, serta tingginya paparan terhadap investasi dan pinjaman berbasis teknologi, menuntut kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan secara sehat dan berkelanjutan.

Menurut Mardiyah, Indonesia menghadapi tantangan berupa kesenjangan antara akses layanan keuangan dan perilaku keuangan masyarakat. “Memiliki rekening, e-wallet, atau aplikasi investasi belum tentu membuat seseorang mampu mengelola uang dengan baik. Itulah mengapa edukasi keuangan harus bergerak dari sekadar knowledge menjadi behavior change,” tegasnya.

Materi Edukasi dan Pendekatan “Periksa Dompet”

Dalam kegiatan tersebut, para peserta, termasuk Putra Putri Budaya Sulawesi Tengah, mendapatkan edukasi komprehensif mengenai pengelolaan keuangan pribadi, investasi legal, pengelolaan risiko keuangan, pengenalan pasar modal, serta pemanfaatan teknologi keuangan secara bijak. Mereka juga diajak mengikuti pendekatan reflektif “Periksa Dompet” untuk memahami kondisi finansial pribadi, mulai dari aset, pengeluaran, utang, hingga kesiapan finansial di masa depan.

Mardiyah menambahkan, sejak berdiri pada tahun 2021, Hannah Asa Indonesia telah menjangkau lebih dari 30 ribu penerima manfaat. Sasaran program mereka meliputi pelajar, mahasiswa, UMKM, perempuan, penyandang disabilitas, petani, nelayan, hingga profesional muda di berbagai wilayah Indonesia.

Pentingnya Investasi Sejak Usia Muda

Sementara itu, Deputi Kepala Wilayah Kantor Perwakilan BEI Provinsi Sulawesi Tengah, Dewi Nur Q, menekankan bahwa edukasi keuangan dan investasi sejak usia muda menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang siap menghadapi tantangan ekonomi di era digital. “Karena itu, penting bagi mereka untuk tidak hanya mengenal instrumen keuangan dan investasi, tetapi juga memahami cara mengambil keputusan finansial secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Dewi.

Ia melanjutkan, pemahaman mengenai investasi legal, pengelolaan risiko, dan perencanaan keuangan perlu diperkenalkan sejak dini agar generasi muda memiliki kesiapan ekonomi yang lebih baik. Dewi Nur Q juga menyoroti posisi strategis Putra Putri Budaya Sulawesi Tengah sebagai role model. Sebagai generasi muda yang memiliki pengaruh sosial di masyarakat, mereka diharapkan dapat membangun kesadaran finansial yang lebih baik di lingkungan sekitar.

Melalui kolaborasi semacam ini, Dewi Nur Q berharap generasi muda Sulawesi Tengah dapat memiliki financial mindset yang lebih kuat, memahami pentingnya investasi yang legal, serta mampu menjadi agen edukasi di lingkungan sekitarnya.