Lansekap pendidikan tinggi Indonesia menghadapi persimpangan krusial seiring dengan pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan pergeseran karakteristik mahasiswa menuju Generasi Alpha. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Surabaya (Ubaya) dan Universitas Kristen (UK) Petra dipercaya oleh Layanan Pertukaran Akademik Jerman (DAAD) untuk memimpin program National Multiplication Training (NMT) 2026 bertajuk DIES NMT LEAP.
Acara yang berlangsung mulai Senin, 30 Maret 2026, hingga 2 April mendatang di Surabaya ini mempertemukan 25 pemimpin terpilih dari berbagai perguruan tinggi, mulai dari Sumatera hingga Papua. Program ini dirancang sebagai upaya strategis untuk membangun ekosistem pendidikan yang tanggap terhadap transformasi teknologi yang masif.
Membangun Ekosistem Kolaboratif dan Berkelanjutan
Ketua Panitia sekaligus Dekan School of Business and Management UK Petra, Josua Tarigan, menjelaskan bahwa kolaborasi ini lahir dari kebutuhan mendesak akan kepemimpinan yang adaptif. Menurutnya, akselerasi kemajuan pendidikan nasional sangat bergantung pada kelincahan para pemimpin kampus dalam memanfaatkan perangkat digital dan AI.
“Kami ingin membangun ekosistem yang kolaboratif dan berkelanjutan. Melalui program ini, para pimpinan universitas diajak menyelami langsung pengalaman belajar berbasis AI guna merespons dinamika zaman dengan lebih cekatan,” ujar Josua di sela pembukaan kegiatan.
Selama di Surabaya, para peserta berkesempatan meninjau langsung Petra Digital Institute dan eJourney. Platform ini merupakan sistem pendidikan terintegrasi pertama di Indonesia yang menggabungkan Canvas LMS dengan fitur-fitur canggih seperti AI auto grading hingga AI content creation.
Diferensiasi dan Manajemen Perubahan
Tidak hanya berfokus pada teknologi perangkat lunak, manajemen perubahan juga menjadi bahasan inti dalam program ini. Wakil Rektor I Ubaya, Maria Goretti Marianti Purwanto, memaparkan bahwa institusi pendidikan harus memiliki pembeda atau diferensiasi yang kuat agar tetap relevan di tengah persaingan.
Ubaya sendiri mendemonstrasikan strategi tersebut melalui tema ‘Aging Wellness’ yang diimplementasikan di fasilitas UBAYA LIFe. “Ini bukan diskusi teori semata. Kami membekali para pimpinan universitas dengan kemampuan manajemen perubahan agar institusi mereka memiliki keberlanjutan dan daya saing yang unik di tengah persaingan global,” kata Maria.
Dukungan Penuh dari Pemerintah
Dukungan penuh terhadap inisiatif ini datang dari Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek RI, Khairul Munadi. Ia mengapresiasi keberhasilan UK Petra dan Ubaya dalam meraih hibah dari Pemerintah Jerman melalui Universitas Potsdam sebagai prestasi besar bagi dunia pendidikan tanah air.
“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi menara gading akademik. Kampus harus bertransformasi menjadi pusat solusi melalui gerakan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Khairul.
Sebagai langkah konkret validasi kompetensi, program DIES NMT LEAP juga menyediakan 2.500 sertifikasi IC3 Digital Literacy berstandar global dari International Test Center (ITC) bagi institusi peserta. Pelatihan ini direncanakan akan dilanjutkan dengan sesi kedua yang dijadwalkan berlangsung di Solo pada Agustus 2026 mendatang.
